Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 31/10/2022, 17:01 WIB

KOMPAS.com - Akibat kekurangan zat besi pada anak bisa mengganggu tumbuh kembang anak.

Untuk itu, penting bagi setiap orangtua untuk mengenali ciri-ciri anak kekurangan zat besi sebelum terlambat.

Dilansir dari Mayo Clinic, zat besi penting untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Baca juga: 10 Tanda Tubuh Kekurangan Zat Besi

Mineral ini juga berguna untuk membantu otot menyimpan dan menggunakan oksigen saat ditubuhkan tubuh.

Untuk mengenal lebih dekat masalah kesehatan ini, kenali beberapa tanda anak kekurangan zat besi yang pantang disepelekan.

Ciri-ciri anak kekurangan zat besi

Ketika anak kekurangan zat besi, si kecil bisa mengalami kondisi yang dikenal dengan anemia kekurangan atau defisiensi zat besi.

Disarikan dari beberapa sumber, beberapa ciri-ciri anak kekurangan zat besi di antaranya:

  • Kulit terlihat pucat
  • Mudah lelah atau tidak bertenaga
  • Sering rewel
  • Kerap pusing atau sakit kepala
  • Tangan dan kaki dingin
  • Tumbuh kembang anak terlambat dibandingkan sebayanya
  • Tidak nafsu makan
  • Napas cenderung lebih cepat dibandingkan biasanya
  • Anak mengalami masalah perilaku
  • Sering sakit atau gampang tertulat penyakit
  • Anak gemar makan sesuatu yang tidak biasa, seperti mengunyah es batu, menggigiti pensil, kertas, tanah, atau barang yang tak lazim sebagai makanan

Jika orangtua mendapati tanda anak kekurangan zat besi di atas, segera periksakan buah hati ke dokter.

Dilansir dari Kid’sHealth, dokter bisa mendeteksi masalah kesehatan ini setelah melakukan pemeriksaan fisik dan melihat hasil tes darah anak.

Baca juga: Waspada, Suka Makan Es Batu Berisiko Rusak Gigi dan Tanda Anemia

Siapa saja anak yang berisiko kekurangan zat besi?

Ada beberapa kelompok anak yang rentan mengalami kekurangan zat besi, antara lain:

  • Bayi yang lahir prematur atau lahir dengan berat badan rendah
  • Bayi yang diberi susu selain ASI sebelum usianya genap 1 tahun
  • Bayi yang diberi ASI eksklusif tapi tidak diberikan makanan pendamping ASI mengandung zat besi tinggi setelah usianya 6 bulan
  • Bayi yang diberi susu formula tapi tidak diperkaya dengan zat besi
  • Anak usia 1-5 tahun yang minum susu sapi, kambing, atau kedelai lebih dari 710 mililiter per hari
  • Anak penderita penyakit kronis atau memiliki kelainan bawaan lahir
  • Anak-anak yang tidak sering diberi makanan tinggi zat besi seperti daging, telur, ayam, hati
  • Anak yang memiliki berat badan berlebih atau berat badan di bawah ideal
  • Remaja putri yang mulai rutin haid

Pastikan orangtua mewaspadai ciri-ciri anak kekurangan zat besi di atas, terutama bagi kelompok berisiko tinggi terkena anemia pada anak ini.

Baca juga: 6 Manfaat Minum Tablet Tambah Darah untuk Remaja Putri

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+