Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/08/2023, 19:08 WIB
Ariska Puspita Anggraini

Penulis

KOMPAS.com - Sirosis bukan sekadar penyakit hati biasa. Sirosis merupakan penyakit hati atau liver stadium akhir.

Sirosis merupakan hasil dari hepatitis kronis jangka panjang. Jadi, penyakit ini berawal dari munculnya peradangan di hati sehingga memicu munculnya jaringan parut.

Ketika hati dipenuhi jaringan parut, maka organ ini tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Apa yang terjadi pada tubuh saat kita mengalami sirosis?

Munculnya jaringan parut di hati bisa menghalangi aliran darah dan oksigen.

Pada akhirnya, kemampuan hati untuk memproses darah, memetabolisme nutrisi, dan menyaring racun di tubuh akan terganggu.

Sirosis juga bisa menekan pembuluh darah yang mengalir melalui hati, termasuk sistem vena portal, yang membawa nutrisi ke seluruh tubuh.

Terganggunya sistem vena portal tak hanya mengganggu aliran nutrisi tetapi juga bisa menyebabkan hipertensi.

Ketika mengalami sirosis, kita akan merasakan gejala, seperti kelelahan, hilangnya nafsu makan, berat badan turun drastis, kulit dan mata menguning, kulit gatal, mual, telapak tangan memerah, nyeri perut atas, badan terasa tidak enak.

Baca juga: Hati-Hati, Hipertensi Juga Bisa Sebabkan Impotensi

Komplikasi sirosis

Tanpa perawatan medis, sirosis hati dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang berpotensi mengancam jiwa, seperti:

  • pendarahan dari pembuluh darah yang membesar di kerongkongan atau perut
  • penumpukan cairan di dalam rongga perut (asites)
  • infeksi cairan yang ditemukan di dalam rongga perut (peritonitis bakteri spontan)
  • gagal hati – hilangnya sel-sel hati dan gangguan aliran darah melalui hati oleh jaringan parut dapat mengganggu fungsi hati
  • gangguan fungsi otak yang disebabkan oleh racun yang gagal dikeluarkan oleh hati (ensefalopati hepatik).
  • kanker hati primer – jenis kanker paling umum yang disebabkan oleh sirosis adalah karsinoma hepatoseluler
  • osteoporosis (tulang rapuh).

Apa penyebab sirosis?

Beberapa hal yang paling sering menyebabkan sirosis, di antaranya:

  • terlalu banyak minum alkohol
  • terinfeksi hepatitis untuk waktu lama, terutama hepatitis B atau hepatitis C
  • paparan racun. Kontak yang terlalu lama dengan racun lingkungan seperti arsenik dapat merusak hati dan menyebabkan sirosis.

Sirosis juga dapat disebabkan oleh masalah yang mempengaruhi saluran empedu Anda (seperti kolangitis bilier primer) atau sistem kekebalan tubuh (seperti hepatitis autoimun), beberapa kondisi bawaan, dan penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang.

Baca juga: 10 Penyebab Kanker Kepala dan Leher yang Harus Diwaspadai

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com