Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dari Bejo Sugiantoro Meninggal di Lapangan Hijau, Ketahui Soal Kematian Jantung Mendadak...

Kompas.com - 26/02/2025, 12:00 WIB
Shintaloka Pradita Sicca

Penulis

KOMPAS.com - Legenda Persatuan Sepak Bola Surabaya (Persebaya) Bejo Sugiantoro meninggal dunia pada Selasa (25/2/2025).

Menurut berita Kompas.com sebelumnya, Pelatih Deltras Sidoarjo meninggal saat bermain fun football di Lapangan SIER, Surabaya.

Bejo Sugiantoro tiba-tiba terjatuh di tengah permainan hingga akhirnya meninggal dunia di RS Royal Surabaya.

Belum diketahui pasti penyebab Bejo Sugiantoro meninggal, tetapi kematian mendadak seorang atlet sudah sering kali terjadi di berbagai belahan dunia.

Kondisi tersebut dikaitkan dengan kematian jantung mendadak.

Baca juga: Apa Itu Kematian Jantung Mendadak? Ini Ulasannya...

Dikutip dari National Library of Medicine, kematian jantung mendadak adalah penyebab medis kematian mendadak yang paling sering terjadi pada atlet, dan perkiraannya sangat bervariasi berdasarkan populasi.

Perkiraan pada 2016 tentang kejadian kematian jantung mendadak pada atlet berkisar antara 1 dari 40.000 hingga 1 dari 80.000 per tahun.

Meski jarang terjadi, kematian jantung mendadak bisa dialami oleh atlet yang masih muda (kurang dari 35 tahun) dan dianggap sehat.

Baca juga: Rama Sahetapy dan Merdianti Octavia Hadir ke Rumah Duka Ray Sahetapy

Kematian jantung mendadak pada atlet berusia di bawah 35 tahun umumnya terkait dengan kondisi jantung yang diwariskan.

Pada atlet lebih tua yang berusia 35 tahun ke atas, penyebab kematian jantung mendadak sering kali karena penyakit arteri koroner.

Artikel ini selanjutnya akan menjelaskan mengenai kematian jantung mendadak dan gejala yang perlu diwaspadai, khususnya oleh para atlet.

Baca juga: Kematian Jantung Mendadak, Apa Faktor Risikonya? Ini Ulasannya...

Apa itu kematian jantung mendadak?

Dikutip dari Cleveland Clinic, kematian jantung mendadak adalah kematian mendadak dan tidak terduga dalam waktu satu jam akibat masalah jantung.

Memberikan resusitasi jantung paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR) pada orang dengan gejala kematian jantung mendadak dapat menggandakan peluang seseorang untuk bertahan hidup.

Henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest) dapat menyebabkan kematian jantung mendadak.

Baca juga: Ray Sahetapy Sempat Berwasiat Ingin Dimakamkan di Kampung Halamannya

Ketika Anda mengalami henti jantung mendadak, jantung Anda akan berhenti memompa darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh.

Halaman:
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau