Rabu, 30 Juli 2014 09:58

Umbi Sarang Semut Berkhasiat Obat

Kamis, 5 Agustus 2010 | 08:48 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
Sarang semut (Myrmecodia Sp)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Umbi tanaman sarang semut (Myrmecodia Sp) bisa dijadikan obat beberapa penyakit yang disebabkan oleh ketidakseimbangan daya tahan tubuh. Hal ini disampaikan peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Ediati Sasmito.

"Hasil penelitian yang sedang kami lakukan, umbi tanaman sarang semut mengandung zat aktif imunomodulator atau zat pengaktif sistem kekebalan tubuh manusia," katanya ketika menjadi pembicara seminar Dissemination of Progress Results in Herbal Medicine Development, Rabu (4/8/2010) di Yogyakarta.     Ia mengatakan, umbi tanaman sarang semut merupakan obat yang bersifat panasea. Artinya, umbi sarang semut dapat mengobati segala macam penyakit, mulai dari penyakit ringan seperti wasir dan rematik hingga penyakit berat, misalnya kanker payudara dan kanker prostat.

"Umbi tanaman sarang semut relatif mudah dibudidayakan karena bersifat epifit dengan tumbuh menempel pada tanaman inang, tetapi tidak menghisap sari makanan inangnya," katanya.

Ediati mengatakan, pembudidayaan tanaman sarang semut tidak jauh berbeda dengan cara budi daya anggrek. "Namun, sayangnya belum banyak penelitian yang dilakukan untuk mendukung penggunaan umbi sarang semut sebagai obat tradisional," katanya.

Oleh karena itu, Ediati bersama tim dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) sedang meneliti kandungan zat imunomodulator pada umbi tanaman sarang semut untuk mencari senyawa baru yang aman digunakan sebagai obat tradisional.

Seminar yang menampilkan paparan hasil penelitian di bidang obat alami tersebut berlangsung di Fakultas Farmasi UGM serta dihadiri kalangan apoteker dan pelaku industri obat alami di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.


Sumber :
ANT
Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui