Rabu, 23 Juli 2014 04:30

KONSULTASI / SEKS - ARTIKEL

KONSULTASI SEKS

Bersama Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS 

Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kini dia menjabat sebagai Kepala Bagian Andrologi dan Seksologi, Ketua Pusat Studi Anti-Aging Medicine, dan Ketua Program Magister dengan kekhususan Anti-Aging Medicine dan kekhususan Ilmu Kedokteran Reproduksi. Prof Wimpie juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (Persandi), dan Wakil Ketua Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia (Perkapi).

Cara Mengetahui Kualitas Sperma

Rabu, 13 Oktober 2010 | 08:05 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi

TANYA  :

Dok ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan yaitu, pertama, bagaimana yang disebut kualitas cairan sperma yang baik? Kedua, bagaimana dengan cairan sperma yang encer dan agak bening, apakah bisa mempengaruhi kehamilan? Ketiga, bagaimana memperbaiki cairan sperma yang kurang baik? Terima kasih atas jawabannya, Dok.

(Rifay 42 tahun, Jakarta)

JAWAB :

Untuk mengetahui dengan benar kualitas dan kuantitas sperma, tentu harus diperiksa secara laboratoris. Di dalamnya termasuk pemeriksaan secara mikroskopik. Jadi, sulit menjawab pertanyaan Anda di atas.

Dari pemeriksaan itu dapat disimpulkan apakah sperma normal atau tidak. Kalau tidak normal, pada bagian apanya. Apakah jumlah sel spermatozoanya? Apakah geraknya? Apakah bentuknya? Sebelum itu, dapat diketahui apakah volume, warna, bau, pH, dan kekentalannya normal atau tidak.

Kalau terjadi gangguan atau sperma tidak normal, maka harus diketahui juga apa penyebabnya. Dapat diperbaiki atau tidak, hal itu sangat tergantung pada sejauh mana gangguan yang terjadi dan penyebabnya.


Editor :
Asep Candra
Tahun

Cm    Kg
Laki-laki    Perempuan


Incorrect please try again

ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat


IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui