Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kini dia menjabat sebagai Kepala Bagian Andrologi dan Seksologi, Ketua Pusat Studi Anti-Aging Medicine, dan Ketua Program Magister dengan kekhususan Anti-Aging Medicine dan kekhususan Ilmu Kedokteran Reproduksi. Prof Wimpie juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (Persandi), dan Wakil Ketua Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia (Perkapi).

TANYA :
Dok, sebagai perempuan sampai saat ini saya masih bingung dengan orgasme. Apakah orgasme itu mengeluarkan cairan seperti ketika pria menyemprotkan sperma, atau bagaimana? Bagaimana saya bisa mengetahui kalau saya sudah orgasme, apakah ada ciri-ciri fisik yang bisa saya atau suami ketahui? Terimakasih dok atas jawabannya..
Priska, 27, Jakarta
JAWAB :
Perempuan, seperti juga pria, dapat merasakan orgasme sebagai puncak reaksi seksual yang dialami. Jadi karena menerima rangsangan seksual, perempuan mengalami reaksi seksual, yang mencapai puncaknya dalam bentuk orgasme.
Pada pria sehat dan normal, orgasme diikuti oleh ejakulasi (keluarnya sperma) karena kontraksi otot di sekitar kelamin. Pada perempuan, peristiwa seperti ejakulasi tidak selalu terjadi, walaupun sebagian perempuan mengalaminya.
Tetapi orgasme pada perempuan secara fisik dapat dikenali dengan terjadinya kontraksi otot di sekitar kelamin dan bagian tubuh lain. Secara psikis, perempuan yang mengalami orgasme pasti merasakan kenikmatan seksual. Jadi sensasi kenikmatan pasti Anda rasakan ketika mencapai orgasme. Sedangkan kontraksi otot sekitar kelamin dan bagian bagian tubuh lain, juga dirasakan oleh suami, selain Anda sendiri.
