Sabtu, 25 Oktober 2014 08:26
Caring by Sharing | Kompas.com

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

Penyebab Kemandulan pada Pria

Penulis : Lusia Kus Anna | Jumat, 30 September 2011 | 11:09 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
shutterstock

Kompas.com-  Infertilitas atau gangguan kesuburan selama ini hanya dipandang sebagai masalah kaum perempuan, padahal sekitar 50 persen penyebab kesulitan hamil ini juga disebabkan karena faktor pria.

Karena itu sangat penting bagi kedua belah pihak untuk melakukan pemeriksaan. Menentukan penyebab ketidaksuburan tak selalu mudah, namun bila pihak wanita yang bermasalah, biasanya disebabkan karena gangguan pada saluran reproduksi. Sementara pada pria biasanya karena hitungan sperma yang rendah atau benih-benih itu lamban berenang.

Berikut adalah beberapa penyebab gangguan kesuburan pada pria yang lazim ditemui.

1. Saluran sperma tersumbat, bisa karena gangguan fisik atau bawaan lahir bisa menyebabkan sel sperma tidak bisa masuk ke cairan mani. Trauma fisik yang mengenai testis, prostat dan uretra juga bisa menyebabkan tersumbatnya saluran ini. Pada beberapa kasus pembedahan bisa menyelesaikan masalah ini.

2. Infeksi menular seksual seperti clamidia dan gonorhea bisa menyebabkan gangguan kesuburan pada pria.

3. Gangguan ejakulasi. Pada kondisi ini cairan semen tidak keluar melalui penis saat ejakulasi tetapi malah masuk ke kandung kemih. Penyebabnya biasanya karena diabetes, operasi prostat atau kandung kemih, serta obat-obatan tertentu.

4. Penyakit autoimun. Ketidakseimbangan hormonal juga bisa mempengaruhi kesuburan pria. Menurut dr.Andon Hestiantoro, Sp.OG, kelainan enzim pada sperma juga menyebabkan sperma sulit berenang menembus sel telur sehingga tidak terjadi pembuahan.

5. Problem seksual seperti impotensi dan ejakulasi dini.

6. Varicoceles, yakni membesarnya pembuluh darah vena di bagian skrotum dan mengganggu sirkulasi darah. Varicoceles ditemukan pada 15 persen pria dan sekitar 40 persennya menyebabkan infertilitas.

 


Sumber :

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui