Senin, 25 Mei 2015

Health

Berbadan Kurus, Waspadai Alzheimer?

Rabu, 23 November 2011 | 16:26 WIB

KOMPAS.com - Kemungkinan seseorang terkena penyakit Alzheimer akan meningkat seiring meningkatnya usia. Penyakit yang ditandai dengan kehilangan memori secara bertahap ini sangat jarang menyerang orang muda.

Beberapa teori mengaitkan penyakit ini dengan kelebihan berat badan di usia pertengahan. Namun riset terbaru menunjukkan penanda biologis penyakit Alzheimer rupanya lebih umum ditemukan pada orang yang kurus ketimbang mereka yang gemuk.

Dalam temuannya, peneliti dari University of Kansas School of Medicine telah memeriksa 506 orang sehat menggunakan teknik pencitraan otak dan tes cairan serebrospinal untuk melihat penanda penyakit Alzheimer.

Peneliti menemukan, 85 persen orang yang memiliki Indeks Massa Tubuh (BMI) di bawah 25 memiliki tanda berupa plak di otak - yang merupakan ciri khas dari penyakit Alzheimer. Sementara itu, hanya 48 persen saja dari mereka dengan kelebihan berat badan memiliki tanda-tanda yang serupa.

"Hal ini mungkin disebabkan karena ada kerusakan di daerah otak (hipotalamus) yang berperan dalam mengatur metabolisme energi dan asupan makanan," kata peneliti dan direktur dari University of Kansas Alzheimer Disease Center, Dr Jeffrey Burns, dalam pernyataan tertulisnya.

"Perlu penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki apakah hubungan ini menunjukkan respon tubuh terhadap penyakit yang belum diakui atau kecenderungan mengembangkan penyakit ini," katanya.

Disisi lain, Dr Richard Lipton, seorang ahli saraf dari Montefiore Medical Center di New York City mengungkapkan, meskipun manifestasi penyakit Alzheimer sangat jelas terlihat di otak, penyakit ini juga memiliki sejumlah efek pada tubuh.

"Otak mengatur rasa lapar, kenyang dan aliran darah ke berbagai organ tubuh. Sehingga tidak mengherankan jika penyakit pada otak memiliki dampak luas pada berbagai aspek dari fungsi tubuh," katanya.

Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: