Senin, 22 Desember 2014 12:40

LIFESTYLE / FOOD - ARTIKEL

10 Jenis Makanan Berkhasiat untuk Pria

Penulis : Asep Candra | Senin, 23 Januari 2012 | 14:42 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
shutterstock

Tubuh yang bugar dan sehat adalah dambaan setiap orang. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan komitmen yang kuat, pola hidup sehat serta asupan gizi berkualitas yang berasal dari makanan yang Anda konsumsi.  

Khusus buat para pria, ada baiknya mengenal jenis-jenis makanan bergizi  tinggi dan berkhasiat untuk tubuh Anda. Di bawah ini, ada beberapa jenis makan yang biasa Anda konsumsi, tetapi ada pula yang mungkin tak pernah dikenal sebelumnya. Namun tak ada salahnya, Anda mencoba mengonsumsinya demi kesehatan :

1. Bit

Umbi yang satu ini memiliki rasa sangat manis ketimbang sayuran lainnya. Buah berwarna merah tua ini mengandung banyak gula di lapisan kulitnya yang kasar.  Mengapa bit menyehatkan? Seperti halnya bayam, bit kaya akan kandungan folat dan betaine. Dua jenis nutrisi ini dapat menurunkan kadar homosistein dalam pembuluh darah Anda.

Homosistein adalah suatu senyawa dalam darah yang dapat merusak arteri dan meningkatkan risiko penyakit  jantung. Kandungan pigmen alami -- yang disebut betacyanins -- dalam bit adalah bahan alami pencegah kanker.

2. Kubis/kol

Siapa yang tak kenal sayuran ini. Satu gelas kubis cincang mengandung 22 kalori dan sejumlah nutrisi penting lainnya.  Sebut saja sulforaphane, senyawa kimia yang dapat meningkatkan produksi enzim dalam tubuh yang menghambat kerusakan sel akibat radikal bebas dan mengurangi risiko kanker. Para ahli di Stanford University menyatakan, sulforaphane dapat meningkatkan produksi enzim penghambat kanker lebih efektif daripada senyawa kimia lainnya yang terkandung dalam sayuran.

3. Jambu Biji

Guava atau jambu biji adalah buah tropis yang memiliki struktur asam yang rumit.  Rasa manis buah ini akan terasa saat Anda menggigit bagian tengahnya. Guava kaya akan kandungan lycopene, sejenis antioksidan yang dapat mengatasi kanker prostat. Secangkir jus guava mengandung 688 miligram potassium, atau 63 persen lebih banyak ketimbang  yang terdapat dalam pisang. Guava juga dikenal sebagai makanan berserat tinggi. Ada sekitar 9 gram serat dalam segelas guava.

4. Lobak Swiss

Setengah gelas lobak Swiss yang sudah dimasak mengandung masing-masing 10 mg lutein dan zeaxanthin. Menurut para ilmuwan  Harvard, dua senyawa ini -- yang juga dikenal sebagai karotenoid--  dapat melindungi retina mata dari kerusakan akibat penuaan. Dua nutrisi ini, yang sebenarnya merupakan pigmen, akan terakumulasi dalam retina, yang terbiasa menyerap bermacam jenis sinar gelombang pendek yang berpotensi merusak mata. Oleh sebab itu, semakin banyak lutein dan zeaxanthin yang dikonsumsi, semakin baik proteksi mata Anda.

5. Kayu Manis

Kayu manis dapat membantu Anda mengendalikan tensi darah, yang tentunya mempengaruhi risiko penyakit jantung. Faktanya, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menyatakan,  pengidap diabetes  tipe-2  yang mengonsumsi 1 gram kayu manis sehari selama 6 pekan (sekitar 1/4 sendok teh sehari) secara signifikan mengalami penurunan kadar gula darah, trigliserida dan kolestrol LDL.  Kayu manis mengandung methylhydroxychalcone polymers, yang dapat meningkatkan kemampuan sel tubuh memetabolisme gula hingga 20 kali.

6. Purslane

Purslane atau krokot (Portulaca oleracea) merupakan salah satu gulma yang tumbuh di perkebunan cabai. Gulma ini terkenal sebagai tanaman berkhasiat di beberapa negera seperti Cina, Meksiko dan Yunani. Di Indonesia krokot juga dikenal memiliki kegunaan sebagai penyegar, tonikum pada keadaan kelelahan atau pengganti ginseng

Menurut para ahli di University of Texas di San Antonio, dalam krokot terkandung omega-3 yang sangat baik untuk kesehatan jantung.  Para ilmuwan juga melaporkan, krokot memiliki kandungan melatonin -- sejenis antioksidan dapat mencegah pertumbuhan kanker  -- 10 hingga 20 kali lebih banyak ketimbang buah atau sayuran lainnya.

7. Jus delima

Selama bertahun-tahun jus delima dikenal sebagai minuman populer khususnya di kawasan Timur Tengah.  Para ilmuwan Israel mengungkapkan, pria yang meminum 2 ounces (sekitar 60 ml)  jus delima setiap hari selama setahun mengalami penurunan tekanan sistolik  hingga 21 persen. Kebiasaan ini juga memperbaiki sistem peredaran darah. Biasakan meminum 4 ounces jus delima karena dapat memenuhi 50 persen kebutuhan vitamin C tubuh Anda setip hari.

8. Buah gojiberri atau wolfberry

Karena rasanya yang manis, herbal yang berwarna merah menyala ini sejak lama digunakan sebagai ramuan berkhasiat yang dapat ditambahkan ke dalam masakan daging rebus, ayam atau seafood.

Buah wolfberry mengandung beta-carotene, vitamin C, vitamin B1 and B2, beta-sitosterol (zat anti-inflamasi), asam linoneat, serta bahan bermanfaat lainnya. Berdasarkan teori tradisional China, wolfberry berkhasiat memperkuat peredaran darah, memperkuat ginjal dan hati dan memberi kelembaban pada paru-paru. Wolfberry kerap digunakan untuk mengatasi penyakit "konsumtif" yang ditandai dengan rasa haus (seperti pada penyakit diabetes dan tuberculosis), mengarasi rasa pusing, pandangan kabur, penglihatan kurang jelas dan batuk kronis.

9 Buah Prem

Buah ini mengandung asam neochlorogenic dan chlorogenic, sejenis  antioksidan yang efektif melawan "superoxide anion radical."  Jenis radikal  bebas ini bisa mengakibatkan kerusakan pada sel-sel terutama yang menyebabkan kanker.

10. Biji Labu

Biji labu boleh jadi merupakan bagian paling bernutirisi dalam labu. Dengan memakan biji labu, kebutuhan tubuh Anda akan magnesium akan tercukupi. Ini merupakan hal penting karena para ilmuwan Prancis belum lama ini menemukan pria dengan kadar magnesium tinggi dalam darahnya memiliki kecenderungan 40 persen lebih rendah mengalami risiko kematian awal, ketimbang pria dengan kadar rendah magnesium. Pria sebaiknya mengkonsumsi rata-rata 353 mg jenis mineral ini setiap hari, sedangkan USDA merekomendasikan minimal 420 mg.

 






Sumber :

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui