Selasa, 23 September 2014 04:28

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

Inilah Pendapat Ahli tentang Bahaya Kafein pada Anak

Penulis : Bramirus Mikail | Jumat, 16 Maret 2012 | 07:56 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
shutterstock

KOMPAS.com - Kopi merupakan salah satu minuman yang paling banyak digemari tidak hanya orang tua, tetapi juga anak-anak remaja. Untuk beberapa orang, kopi memang kerap dijadikan senjata untuk mengusir rasa kantuk, karena kandungan kafein di dalamnya. 

Selain kopi, teh, dan minuman ringan seperti kola umumnya memiliki kandungan kafein. Bahkan beberapa jenis minuman ringan mengandung sekitar 10 sampai 50 miligram kafein per sajiannya. Tetapi di balik kenikmatannya tersebut, para peneliti mengimbau supaya anak-anak tidak mengonsumsi kafein secara rutin dalam bentuk apapun. Mengapa? Berikut adalah penjelasan para ahli tentang efek buruk kafein pada anak-anak:

* Roberta Anding, ahli diet terdaftar, direktur nutrisi olahraga dari Children Hospital di Houston dan anggota dari Baylor College of Medicine Faculty:

Sebuah studi yang dipublikasikan bulan Desember 2010 dalam jurnal Pediatrics menemukan bahwa 75 persen anak-anak yang mengkonsumsi kafein setiap hari, cenderung memiliki waktu tidur yang sedikit. Bahkan ada beberapa bukti yang menunjukkan, jika Anda memiliki anak yang mengalami gangguan kecemasan, efek kafein justru akan membuat keadaan lebih buruk. Peneliti juga memperingatkan agar para orang tua tidak membiarkan anak mereka terlalu sering minum minuman berenergi, karena minuman tersebut mungkin memiliki kandungan kafein lebih tinggi dibandingkan soda.

* Dr Marcie Schneider, spesialis gizi anak dan remaja, sekaligus mantan anggota American Academy of Pediatrics:

Schneider menilai kafein buruk untuk anak-anak. Kenapa? Ia beralasan, kafein diserap dalam setiap jaringan tubuh. Hal ini meningkatkan denyut jantung dan meningkatkan tekanan darah. Kafein dapat memicu perubahan suhu tubuh dan cairan di dalam lambung. Perubahan ini tidak hanya dapat mengubah perhatian seseorang tetapi benar-benar dapat menimbulkan masalah gangguan tidur.

Bagi sebagian orang, kafein mungkin dapat meningkatkan suasana hati (mood) mereka. Tetapi untuk orang lain, hal ini mungkin bisa membuat mood lebih buruk. Untuk anak-anak yang mengalami kecemasan tertentu atau bahkan mungkin berada di bawah kondisi normal, kafein benar-benar dapat meningkatkan kecemasan.

Kafein adalah stimulan yang dapat mengubah nafsu makan anak-anak. Jika nafsu makan berubah, maka hal ini akan turut mempengaruhi pertumbuhan mereka. Beberapa jenis minuman berenergi umumnya mengandung guarana, yang berasal dari ekstrak tanaman. Satu gram guarana sama dengan 40 miligram kafein.

* Dr Nicole Caldwell, asisten profesor pediatri, dari Nationwide Children Hospital, Columbus, Ohio

Kafein benar-benar tidak baik untuk anak. Sejauh ini Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, tidak memiliki pedoman terkait berapa batas aman konsumsi kafein untuk anak-anak. Tapi pemerintah di Kanada memiliki beberapa pedoman. Untuk anak usia 4-6 tahun, asupan maksimum yang dianjurkan adalah 45 miligram per hari.

Caldwell memaparkan, otak anak-anak cenderung sedikit lebih sensitif terhadap kafein ketimbang otak orang dewasa. Hal ini lanjut Caldwell, dapat menyebabkan anak menjadi hiperaktif. Bahkan menurutnya, kafein juga bisa membuat seorang anak selalu merasa grogi, cemas, mengalami masalah pada perut dan memicu masalah gangguan tidur.

Ia menambahkan, pada anak-anak yang memiliki masalah irama jantung (aritmia), kafein dapat meningkatkan rangsangan dalam jantung, yang dapat memperburuk aritmia.

* Ann Condon-Meyers, ahli diet terdaftar dari Children Hospital of Pittsburg

Efek samping kafein termasuk diantaranya peningkatan denyut jantung, hipertensi, peningkatan kecemasan dan gangguan tidur. Hal lain yang dapat memperburuk adalah fakta bahwa minuman berkafein memiliki kandungan gula yang tinggi. Bila anak Anda terbiasa mengonsumsi lebih dari satu minuman manis setiap hari, patut diwaspadai karena ini bisa jadi tanda awal untuk perkembangan obesitas.


Sumber :
Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui