Sabtu, 25 Oktober 2014 17:12
Caring by Sharing | Kompas.com

KONSULTASI / SEKS - ARTIKEL

KONSULTASI SEKS

Bersama Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS 

Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kini dia menjabat sebagai Kepala Bagian Andrologi dan Seksologi, Ketua Pusat Studi Anti-Aging Medicine, dan Ketua Program Magister dengan kekhususan Anti-Aging Medicine dan kekhususan Ilmu Kedokteran Reproduksi. Prof Wimpie juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (Persandi), dan Wakil Ketua Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia (Perkapi).

Sunat dan Ejakulasi

Rabu, 21 Maret 2012 | 08:46 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

TANYA :

Saya seorang suami, dengan anak satu berumur 4 tahun. Saya pernah baca di suatu situs internet Amerika bahwa waktu untuk mencapai ejakulasi ditentukan oleh ambang kenikmatan ejakulasi dan tingkat kenikmatan bersetubuh. Kalau ambangnya rendah, tapi tingkat kenikmatannya tinggi, dipastikan dalam waktu singkat akan mencapai ejakulasi. Sebaliknya jika ambangnya tinggi, tapi tingkat kenikmatannya rendah, sampai lama juga tidak akan berejakulasi (retardasi).

Ada teknik sunat yang meningkatkan kenikmatan, tapi banyak pula yang malah menyebabkan kenikmatan jadi berkurang. Teknik sunat tertentu (A) bisa menaikan Ambang 100%, dan menaikan Tingkat kenikmatan 50%. Artinya lebih tahan lama, sekaligus lebih nikmat. Ada teknik (B) yang membuat lebih nikmat, tapi ejakulasi jadi lebih cepat. Tapi teknik sunat lainnya (C) menaikan ambang 100%, sekaligus menurunkan tingkat kenikmatan. Artinya jadi tahan lebih lama, tapi kenikmatan jauh berkurang. Saya belum disunat, dan ingin bersunat dengan teknik A tersebut. Bisakah dokter memberi masukan pada saya teknik macam apa itu ?

(Edi, 35, Semarang)


JAWAB :
Ada dua hal yang mungkin perlu saya sampaikan sebelum saya menjawab pertanyaan Anda. Pertama, tidak semua informasi yang disampaikan di internet benar, sekalipun dari luar negeri termasuk Amerika. Kedua, tidak semua pembaca dapat mengartikan secara benar tulisan di internet, khususnya yang berkaitan dengan seksualitas.

Apa yang Anda baca, saya pikir perlu dicermati dengan benar secara ilmiah. termasuk pengertian ejakulasi yang berbeda dengan orgasme. Selama ini, banyak informasi yang menyebutkan bahwa sunat (sirkumsisi) dapat menyebabkan ejakulasi (keluarnya sperma) lebih lama. Padahal pernyataan ini tidak didukung oleh bukti ilmiah, dan hanya berdasarkan dugaan bahwa cepat keluar sperma karena kulit penis terlalu peka.

Kini semakin terbukti bahwa cepat keluarnya sperma disebabkan oleh kadar serotonin yang turun. Saya pikir tulisan yang Anda baca itu sangat diragukan kebenaran ilmiahnya. Artinya, Anda tidak perlu disunat kalau tujuannya untuk itu. Tetapi kalau kulit penutup penis Anda tidak dapat dibuka, maka Anda harus disunat.  

 


Editor :
Asep Candra
Tahun

Cm    Kg
Laki-laki    Perempuan


Incorrect please try again

ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat


IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui