Sabtu, 1 Agustus 2015

Health

KONSULTASI KESEHATAN JIWA dr Andri, SpKJ, FAPM
Bersama dr Andri,SpKJ,FAPM Psikiater dengan kekhususan di bidang Psikosomatik Medis dan Psikiatri Liaison. Penanggung jawab Klinik Psikosomatik RS Omni, Alam Sutera, Tangerang. Anggota dari American Psychosomatic Society dan Fellow of The Academy of Psychosomatic Medicine

Berpikir Negatif Akibat Trauma Kegagalan

Jumat, 8 Juni 2012 | 07:37 WIB

TANYA :

Dokter, jika perasaan saya tidak baik terkadang saya cenderung berpikir yang negatif. Terkadang saya berpikir tentang kematian atau hal-hal yang tidak menyenangkan terjadi pada hidup saya. Saya juga sering menyalahkan keadaan lingkungan saya sendiri. kadang saya membenci orang-orang yang terlihat sangat menyebalkan. Semua hal terjadi saat saya lulus SMA, saya mendapat pengalaman yang gagal terhadap cita-cita saya untuk masuk universitas favorit di Bandung. Saya juga sekarang tinggal dengan nenek saya yang sudah tua dan saya pikir hal itu membawa pengaruh yang buruk bagi hidup saya. Saya tidak tahu, mengapa saya begini. Mohon bantuan dokter untuk menjelaskan apa yang terjadi pada jiwa saya? Terimakasih.

(Verina, 20, Sukabumi).


JAWAB :

Dear Verina yang baik,

Kegagalan dalam kehidupan adalah suatu hal yang biasa. Orang tidak mungkin selalu dalam kondisi bahagia sepanjang kehidupannya. Malahan dengan merasakan penderitaan maka orang bisa memahami kebahagiaan lebih baik lagi. Apa yang telah dialami Verina mungkin sungguh menyakitkan.

Gagal diterima sekolah di tempat yang diidamkan adalah sesuatu yang sangat mengecewakan. Namun apakah karena gagal sekolah maka harus juga gagal dalam kehidupan? Rasanya sekolah hanyalah bagian kecil dari kompleksitas kehidupan ini. Jadikan kegagalan sekolah ini menjadi suatu pengalaman belajar yang berharga untuk memperbaiki diri sendiri ke depan.

Lepaskan pikiran dari trauma kegagalan itu dan lanjutkan hidup saat ini. Jika tidak dilepaskan maka Verina akan merasakan hal-hal di sekitar Verina juga semuanya buruk dan tidak ada yang membuat Verina bahagia. Padahal bahagia, suka, senang, benci, kecewa adalah kesemuanya persepsi pikiran yang belum tentu kadarnya sama untuk semua orang.

Saya menyarankan Verina segera meninggalkan pikiran trauma dari pengalaman yang menyakitkan tersebut. Jikalau tidak bisa dengan sendiri mungkin bisa mendapatkan bantuan psikiater untuk membantu memperbaiki pikiran yang negatif tersebut. Salam Sehat Jiwa

 

Editor : Asep Candra

FORM KONSULTASI

Tahun
Cm
Kg
Incorrect please try again
ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat