Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kini dia menjabat sebagai Kepala Bagian Andrologi dan Seksologi, Ketua Pusat Studi Anti-Aging Medicine, dan Ketua Program Magister dengan kekhususan Anti-Aging Medicine dan kekhususan Ilmu Kedokteran Reproduksi. Prof Wimpie juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (Persandi), dan Wakil Ketua Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia (Perkapi).

TANYA :
Prof Wimpie, saya mau bertanya. Apakah ada hubungannya antara orgasme pada wanita dengan terjadinya kehamilan? Apabila wanita tidak mengalami dan merasakan orgasme dengan keluarnya cairan, tapi merasa menikmati hubungan itu, apakah bisa hamil? Terimakasih dok atas jawabannya.
(Desy, 22, Cirebon)
JAWAB :
Tidak ada hubungan antara dapat atau tidak merasakan orgasme dengan terjadinya kehamilan. Artinya, perempuan dapat saja hamil walaupun tidak pernah merasakan orgasme. Sebaliknya, perempuan dapat mengalami kegagalan hamil walaupun sering merasakan orgasme.
Kehamilan ditentukan oleh keadaan kesuburan pria dan perempuan, dan hubungan seksual harus dilakukan pada saat subur perempuan. Di luar saat subur perempuan, kehamilan tidak mungkin terjadi.