Sabtu, 25 Oktober 2014 14:45
Caring by Sharing | Kompas.com

LIFESTYLE / FITNES - ARTIKEL

6 Penyebab Gagalnya Penurunan Berat Badan

Penulis : Bramirus Mikail | Selasa, 12 Juni 2012 | 10:47 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

KOMPAScom - Sudah berusaha menurunkan berat badan tetapi masih gagal juga? Kondisi seperti ini sering dialami hampir oleh mereka yang sedang berusaha menurunkan bobot tubuh. Tidak semua orang yang menjalani program diet berhasil menurunan berat badan mereka. Banyak hal yang melatarbelakangi kegagalan tersebut, mulai dari tatalaksana yang tidak tepat atau mungkin informasi yang didapat tidak sesuai.

Banyak orang ingin mendapatkan tubuh ramping dengan cara singkat. Padahal, untuk mendapatkan itu semua seseorang perlu lebih dulu melakukan perubahan gaya hidup permanen, tidak bisa dengan cara instan. Berikut ini adalah 6 alasan yang mungkin bisa menjelaskan penyebab kegagalan dari program diet Anda.

1. Tidak mendapatkan cukup tidur


Joey Shulman, seorang penulis masalah kesehatan mengatakan, buruknya kualitas tidur sangat menentukan tingkat hormon dalam tubuh. Seseorang yang merasa lelah mungkin cenderung mengonsumsi makanan yang tidak sehat.  "Orang yang kurang tidur cenderung memiliki sekresi hormon kortisol berlebih, sehingga mereka lebih gampang stres. Dan itu akan memicu penyimpanan lemak juga," katanya. Kurang tidur juga menyebabkan fluktuasi hormon leptin dan ghrelin, yang dapat mempengaruhi apakah Anda merasa kenyang atau lapar.

2. Menjalankan pola diet jangka pendek


Dr David Macklin, dokter keluarga sekaligus pendiri Weightcare, sebuah perusahaan yang fokus menangani program penurunan berat badan mengatakan, menjalani program diet tanpa ada target yang ingin dicapai seperti misalnya membatasi kebiasaan dan perilaku makan akan membuat rencana diet Anda gagal.

Menurut Macklin, diet yang setengah-setengah cenderung membuat seseorang tidak fokus pada perubahan jangka panjang. "Kebanyakan orang ingin mendapatkan hasil dengan cepat dan menemukan cara mudah untuk menurunkan berat badan, dan khawatir untuk mengubah kebiasaan mereka," katanya.

3. Makan di malam hari


"Salah satu yang menjadi masalah dengan makan di malam hari adalah bahwa orang tidak mendapat cukup makan di siang hari," kata Dr Arya Sharma, kepala Cardiovascular Obesity Research and Management di University of Alberta.

"Jika Anda lelah dan lapar di malam hari, Anda akan cenderung makan apa saja yang menurut Anda enak (seperti junk food) dan mengkonsumsi sebagian besar kalori ketika metabolisme Anda sedang melambat akibat kurang makanan pada siang hari," tambahnya.

4. Salah ngemil makanan


"Bagi sebagian orang, kebiasaan ngemil mungkin dianggap baik, sementara yang lainnya menganggap itu bencana," kata Sharma. Menurut Sharma, kunci untuk ngemil sehat adalah dengan berusaha mengontrol keinginan ngemil dan tidak mudah menyantap camilan hanya karena Anda merasa lapar.

5. Terlalu banyak makan


Gary Taube, penulis buku terkenal dan kontributor responden untuk majalah Science berpendapat bahwa makanan yang kaya karbohidrat adalah penyebab utama epidemi obesitas. Sementara beberapa ahli medis mengklaim bahwa membatasi asupan karbohidrat dapat membuat orang tidak sehat. Taube mengatakan, menurut penelitian, pola makan setiap orang pada dasarnya harus rendah roti, biji-bijian dan bahkan buah-buahan.

6. Bosan menjalani rutinitas latihan


Menjalani rutinitas latihan yang sama persis setiap hari memang sulit dan terkadang membosankan. Dalam buku pertamanya berjudul 5 Factor Fitness, Harley Pastnernak, seorang instruktur kebugaran merekomendasikan supaya setiap orang melakukan jenis latihan yang berbeda setiap hari dalam seminggu, di mana masing-masing jenis latihan berfokus pada bagian tubuh yang berbeda.

Variasi itu, kata Pasternak, bisa dilakukan dengan mengubah intensitas latihan atau beralih dari latihan cardio menjadi latihan ketahanan. Hal ini menurutnya penting sehingga Anda tidak bosan. "Setidaknya lakukan satu hal berbeda setiap hari," ujar Pasternak.


Sumber :
Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui