Kamis, 23 Oktober 2014 16:24
Caring by Sharing | Kompas.com

KONSULTASI / SEKS - ARTIKEL

KONSULTASI SEKS

Bersama Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS 

Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kini dia menjabat sebagai Kepala Bagian Andrologi dan Seksologi, Ketua Pusat Studi Anti-Aging Medicine, dan Ketua Program Magister dengan kekhususan Anti-Aging Medicine dan kekhususan Ilmu Kedokteran Reproduksi. Prof Wimpie juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (Persandi), dan Wakil Ketua Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia (Perkapi).

Hubungan Seksual Berdarah

Kamis, 21 Juni 2012 | 07:33 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
shutterstock

TANYA :

Dok, saya seorang  wanita berumur 20 tahun dan baru menikah. Saya ingin bertanya, kenapa saat pertama kali berhubungan sex dengan suami, vagina saya mengeluarkan darah. Saat kedua kalinya berhubungan tidak mengeluarkan darah, namun di hari berikutnya setiap melakukan hubungan seksual, vagina saya selalu mengeluarkan darah.  Bagaimana dok, apakah ada kelainan dengan vagina saya? Mohon penjelasan dan solusinya.

(Indah, 20, Samarinda)

 

 

JAWAB :

Hubungan seksual pertama kali tidak harus mengeluarkan darah. Tergantung apakah perempuan bereaksi cukup terhadap rangsangan seksual yang diterimanya. Kalau mengalami reaksi yang cukup, maka tidak terjadi perdarahan.

Tetapi kalau selalu mengeluarkan darah setiap melakukan hubungan seksual, kemungkinan disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah kecil akibat gesekan kuat selama melakukan hubungan seksual.

Pada keadaan ini, biasanya tidak disertai rasa sakit. Saya sarankan Anda segera memeriksakan diri untuk memastikan apa yang terjadi.  
 

 


Editor :
Asep Candra
Tahun

Cm    Kg
Laki-laki    Perempuan


Incorrect please try again

ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui