Jumat, 31 Oktober 2014 21:57
Caring by Sharing | Kompas.com

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

Waspada Paparan Zat Kimia dari Produk Sehari-hari

Penulis : Lusia Kus Anna | Sabtu, 30 Juni 2012 | 11:08 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

Kompas.com - Paparan zat kimia sudah diketahui bahayanya bagi kesehatan. Padahal, hampir setiap saat kita terpapar berbagai jenis zat kimia, mulai dari produk perawatan tubuh, kemasan makanan, hingga produk kebersihan rumah. Seberapa jauh kita perlu waspada?

1. Wadah makanan

Berbagai wadah makanan, terutama yang memiliki label angka 6 dalam simbol daur ulang, mengandung styrofoam atau polystryrene. Paparan zat kimia ini diketahui mengganggu kerja hormon dan bersifat karsinogen. Untuk meminimalisir efek negatifnya, sebaiknya singkirkan makanan yang bersentuhan langsung dengan wadah styrofoam, biasanya di dasar wadah.

2. Alat dapur antilengket

Alat-alat dapur antilengekt umumnya mengandung perfluorinated chemical (PFC). Jika alat masak jenis tersebut berada dalam suhu tinggi dicurigai akan bersifat karsinogen.

3. Botol minuman

Perhatikan label plastik di dasar wadah. Plastik yang berlabel 1,2,4, dan 5 lebih aman dibanding label 3,6, dan 7. Aneka botol plastik pada umumnya mengandung polycarbonate yang diduga mengandung bisphenol A (BPA). Zat kimia tersebut terbukti akan mengganggu fungsi hormon seksual, terutama pada anak-anak.

4. Botol air minum dalam kemasan

Botol air minum kemasan pada dasarnya aman, tetapi hanya boleh dipakai satu kali karena biasanya bakteri yang terlanjur masuk ke dalam botol sulit dihilangkan meski sudah dicuci dengan sabun.

5. Mainan anak

Mainan anak, termasuk tirai kamar mandi umumnya mengandung PVC yang juga mengandung pelembut phthalates. PVC akan melepaskan racun dalam pembuatannya. Sementara itu phthalates diketahui bisa merusak liver, ginjal, dan sistem reproduksi.

 


Sumber :
Readers Digest

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui