Kamis, 28 Mei 2015

Health

Nomofobia, Takut Hidup Tanpa Ponsel

Senin, 2 Juli 2012 | 15:26 WIB

KOMPAS.com — Ada fobia baru yang kini banyak dialami orang-orang di zaman modern. Para ahli menyebutnya nomofobia, rasa takut berlebihan jika kehilangan atau hidup tanpa telepon seluler (ponsel).

Menurut riset yang dilakukan oleh SecurEnvoy, yang memiliki spesialisasi dalam password digital, sekitar 66 persen pemilik ponsel mengalami nomofobia. Yang dikhawatirkan oleh para penderita fobia ini adalah ketinggalan berbagai info terkini jika ponsel mereka tidak ada.

Sebenarnya nomofobia tidak terlalu mengejutkan. Sekarang ini sulit menemukan orang yang tidak memegang ponsel saat mereka berjalan, duduk di cafe, bahkan saat menyetir kendaraan. Menurut survei, rata-rata orang mengecek ponsel mereka 34 kali dalam sehari. Kehilangan ponsel, bagi mereka, seperti kehilangan sahabat terbaik dalam hidup.

Wanita ternyata lebih khawatir jika kehilangan ponsel mereka (70 persen) dibandingkan para pria (60 persen). Sementara itu, pemilik ponsel lebih dari satu kebanyakan adalah pria (47 persen) dibanding wanita (36 persen).

Anda termasuk dalam nomofobia jika memiliki gejala-gejala, antara lain, tidak pernah mematikan ponsel, merasa panik jika bateri ponsel drop atau penerimaan sinyal buruk, serta selalu cemas kehilangan ponsel. Waspadai jika fobia ini mulai mengganggu kesehatan, baik fisik maupun mental.

Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: