Sabtu, 25 Oktober 2014 04:18
Caring by Sharing | Kompas.com

BLOG EXPERTS KOMPASIANA / ARTIKEL

Bidan Romana Tari


Bidan Romana Tari hadir menjadi sahabat bagi perempuan dan keluarga, saling memperkaya informasi kaum perempuan di bidang kesehatan dan pengalaman sehari-hari dalam hidup.

Sindrom Kematian Bayi Mendadak, Tragedi yang Perlu Dicegah

Penulis : Bidan Romana Tari | Senin, 17 September 2012 | 12:29 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
Ilustrasi

KOMPAS.com - Nirmala (nama samaran), lebih dari setahun yang lalu mempunyai pengalaman menyedihkan. Bayinya yang berusia delapan bulan meninggal secara tiba-tiba. Yang sangat menyedihkan dan tidak bisa Nirmala lupakan adalah keadaan kematiannya yang  mengejutkan dan tidak  ia diketahui. Bahkan Nirmala baru tahu ketika subuh anaknya yang berumur tujuh tahun membangunkan.

Mama bangun ma, badan adik keras dan dingin, tapi dia tidur

Nirmala melompat terbangun, bayinya ternyata dilihat tengkurap dan sudah meninggal. Histeris Nirmala  dan suaminya menangisi keadaan bayinya. Kami yang diberitahu untuk hadir melayat sangat terkejut. Tidak ada kabar berita putrinya sakit, tiba tiba beritahu bayinya meninggal. Saat kami ke rumah Nirmala, kami baru tahu, rumah kontrakannya begitu pengap dan sempit. Belum lagi bau asap rokok dan puntung rokok.

Ini kisah pengalaman keluarga Nirmala. Mereka hingga saat ini tak henti hentinya menyesali kelalaiannya memperhatikan bayinya akibat mereka berdua tertidur sangat lelap. Di usianya yang 40 tahun ini, Nirmala sudah tidak berani hamil lagi.

Dalam dunia kesehatan, dikenal adanya sindrom kematian bayi mendadak. Banyak hal yang diduga menjadi faktor penyebabnya, sedangkan penyebab pasti kematian itu sendiri seringkali sulit di identifikasi. Hasil otopsi kadang tidak dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian bayi mendadak ini. Pada umumnya kasus kematian bayi mendadak banyak terjadi saat usia satu tahun atau kurang.

Kasus lain terjadi saat mudik lebaran dua tahun lalu, seorang ibu menggendong bayinya mudik dengan dibonceng sepeda motor. Bayi diselimuti rapat. Tiba di tempat tujuan, saat selimut dibuka, sang bayi sudah kaku dan biru, tidak diketahui kapan meninggalnya. Berita ini sempat dimuat di koran lokal Jawa Timur.

Apa saja faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kasus kematian bayi mendadak ini?

Penyebabnya sangat kompleks, seringkali merupakan gabungan beberapa gejala atau sindroma. terutama pada bayi bayi prematur di mana kematangan organ tubuhnya belum sempurna berfungsi. Namun demikian, ada baiknya beberapa faktor pencetus terjadinya kematian bayi mendadak ini kita ketahui.

1. Orangtua tidak diperkenankan merokok di dekat bayi.  Keracunan asap nikotin sangat berbahaya bagi kondisi paru -paru dan jantung bayi.

2. Tidak membiarkan bayi tidur sendirian tanpa pengawasan berkala. Sebaiknya orang tua sering sering memperhatikan posisi tidur bayi. Hal ini terutama pada bayi yang sudah mulai bisa tengkurap dan aktif bergerak.

3.  Hindari penggunaan selimut ringan di tubuhnya bila bayi sudah bisa mengangkat kaki, sering terjadi selimut tertarik kearah wajah dan menutup hidung bayi.

4.  Memeluk bayi atau menyusui bayi dalam kondisi mengantuk berat sebaiknnya dihindari, bahaya bila bayi hidungnya tertindih payudara ibu dan tidak bisa bernafas.

5. Jangan meninggalkan bayi dalam posisi tidur tengkurap dalam waktu lama tanpa pengawasan, sebaiknya tidurkan bayi terlentang.

6.  Menidurkan bayi di dalam boks harus dipastikan tidak ada kisi kisi atau celah yang dapat membuat bayi terjepit maupun terjatuh.

7. Tidak membiarkan bayi kedinginan karena dibaringkan dilantai dengan alas tipis, terkena kipas angin, atau suhu AC yang dingin (suhu aman AC  untuk bayi baru lahir berkisar antara 28 atau 29), kenakan topi pada kepala bayi, sarung kaki dan tangan. Suhu tubuh bayi dibawah 36,5 celcius perlu diwaspadai.

8.  Pastikan dalam kamar bayi cukup sirkulasi udara, tidak  menggunakan pengharum ruangan atau obat nyamuk sprayer maupun bakar di ruang tidur bayi. Begitu pula Kamar yang masih berbau cat, tidak baik untuk pernafsan bayi

9.  Tidak diperbolehkan mengganjal dot bayi pada mulutnya dengan alasan apapun, sebaiknya memberi minum bayi harus dalam keadaan  bayi bangun,dan dipangku posisi setengah duduk.lalu disendawakan sebelum ditidurkan.Untuk mencegah bayi tersedak dan gumoh.

10.  Suhu kamar yang pengap dan panas bukan tempat yang aman untuk menidurkan bayi

11.   Tidak diperkenankan membawa bayi berlama-lama di  bengkel atau di tempat parkir yang penuh sesak kendaraan bermotor. asap kendaraan sangat bahaya bagi paru paru bayi. Bila ingin belanja di pusat perbelanjaan, ibu yang menggendong bayi sebaiknya tidak ikut masuk ke area parkir.

12.  Menggendong bayi dengan kain dan bepergian dalam waktu tempuh yang jauh dan lama sebaiknya dihindari. Angin yang kencang, bayi kekurangan oksigen dalam selimut selama perjalanan sangat berisiko.

13.  Perhatikan gerak gerik kakaknya yang masih kecil saat berada didekatnya. Walau mungkin sedang ingin mengajaknya bermain ciluk ba!, pernah terjadi adiknya ditutupi bantal. Untung pembantunya segera tahu.

14.  Bila di rumah bayi ditinggalkan bersama babysitter atau pembantu, sampaikan pesan tips menjaga keselamatan bayi ini dan cara menghubungi anda bila terjadi sesuatu.

Tanpa kita inginkan, adakalanya tiba tiba bayi mengalami hal hal darurat saat di rumah. Apa yang harus dilakukan?

Bayi tersedak saat minum susu : Segera posisikan bayi miring kiri, keluarkan sisa susu dan muntah dari mulut dan hidungnya dengan tissue atau saputangan lembut. Telentangkan bayi ditempat datar, rangsang bayi untuk menangis pada telapak kaki  dengan melakukan sentilan jari jari kita. Sambil menuju ke pelayanan kesehatan terdekat bila bayi tidak dapat menangis atau biru.

Bayi kaki dan tangan teraba dingin, menggigil, wajah pucat : Segera hangatkan bayi dalam dekapan, beri selimut dan kaus tangan dan kaki.Berikan ASI . Kontak kulit tubuh ibu secara langsung dapat menghangatkan bayi. Matikan AC atau kipas angin di dekat bayi. Bila cuaca sangat dingin, tutup jendela kamar.

Bayi kejang - kejang ; segera jaga lidah bayi agar tidak tergigit , bebaskan bayi dari pakaian ketat, segera bawa ke rumah sakit atau klinik terdekat

Bayi terluka : Cek bagian yang memar atau luka, bila luka  berdarah, tekan dekat bagian yang mengeluarkan darah  dengan kapas bersih atau kain bersih agar berhenti dan segera bawa ke rumah sakit atau  tenbaga kesehatan  terdekat.

Bayi muntah muntah  terus menerus: Posisikan kepala bayi miring ke satu sisi, bersihkan sisa muntah di mulut dan hidung, bawa ke rumah sakit. Longgarkan baju bayi agar bisa bernafas.

Bayi lemas / pingsan saat berada di tempat umum : Segera jauhkan bayi dari kerumunan, kemungkinan bayi mengalami kekurangan oksigen atau bila di tempat parkir keracunan asap kendaraan. Perhatikan pernafasan bayi. Bilaperlu lakukan pernafasan buatan. Bila  bayi tersengal sengal dan wajah membiru segera  bawa ke rumah sakit atau tenaga kesehatan terdekat.

Bayi tercebur kolam atau bak mandi : Segera selamatkan bayi dari air, bila tercebur hanya dalam waktu singkat dan bayi tidak sempat minum air, cukup hangatkan bayi dan peluk, rangsang bayi agar menangis . Bila bayi tetap  biru, tidak menangis segera beri nafas buatan dari mulut kemulut, rangsang bayi agar menangis sambil dibawa segera ke rumah sakit. Jangan menekan perut bayi untuk mengeluarkan air, bila salah menekan akan merusak organ tubuh bayi yang masih rapuh.

Bayi tersetrum aliran listrik: Bungkus tangan anda  yang kering dengan kain dan gunakan tongkat plastik berupa gagang sapu atau apapun di dekat anda untuk menjauhkan sumber aliran listrik dari bayi. Jangan menyentuh langsung. Segera bawa bayi  ke tempat pelayanan kesehatan terdekat.

Bagian tubuh bayi tersiram air panas : Pada bagian tubuh bayi yang tersiram air panas segera aliri dengan air agar proses panas tidak semakin dalam merusak lapisan kulit, jangan mengolesi kulit bayi dengan odol, serbuk kopi dan sejenisnya. Tutup bagian yang melepuh dengan kain kassa steril bila ada persediaan di rumah. Bawa ke tempat pelayanan kesehatan terdekat .

Bayi mengalami panas lebih dari 38 celcius : buka semua  pakaian tebal atau selimut , kenakan baju tipis dan beri kompres  waslap dibasahi air hangat, kompres pada ketiak, leher dan lipat paha, segera bawa bayi ke tempat pelayanan kesehatan terdekat sambil terus di beri ASI

Bayi keracunan cairan misalnya minum minyak kayu putih : rangsang bayi untuk muntah dengan memasukkan jari  kelingking yang dibalut kassa secara hati hati ke mulut bayi, setelah bayi muntah berikan cairan susu dan rangsang muntah lagi  agar sia minyak kayu putih keluar semua.  Namun harus hati hati pada saat muntah jaga agar  bayi  tidak tersedak, miringkan kepala bayi ke salah satu sisi saat muntah.sambil di bawa segera ke tempat pelayanan kesehatan.

Semoga dapat bermanfaat bagi keluarga.

 


Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui