Kamis, 24 April 2014 20:36

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

Penggambaran Kanker dalam Film Tak Akurat

Penulis : Lusia Kus Anna | Jumat, 21 September 2012 | 15:23 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
Ilustrasi: pekerja seks terselubung (PST) bisa ditemui di tempat-tempat ramai, hiburan, dan mal-mal, termasuk di bioskop.

Kompas.com - Cukup banyak film yang mengangkat tema penyakit kanker. Sayangnya, pengambaran kanker dalam film kebanyakan tidak akurat, contohnya adalah usia tokohnya terlalu muda.

Kanker sebenarnya jarang diderita oleh orang yang berusia di bawah 40 tahun, selain itu jenis kanker yang banyak diperankan para aktris dan aktor biasanya adalah kanker yang jarang, seperti kanker otak atau limfoma.

"Meski kanker payudara termasuk yang paling banyak diderita kaum wanita tetapi jarang diangkat dalam film," kata Luciano De Fiore dari Sapienza University of Rome. Ia menganalisa 75 judul film dalam 70 tahun terakhir di 13 negara yang tokoh utamnya terkena kanker.

Selain itu, dalam film hampir mayoritas tokohnya kalah oleh kanker alias meninggal. Memang pada beberapa film ada yang berasal dari era di mana pengobatan kanker belum semaju sekarang.

Hampir 40 karakter pasien kanker adalah wanita dan 35 pria, selain itu digambarkan mereka berasa dari status ekonomi menengah dan atas. Sebanyak 21 film tidak menyebutkan jenis kanker yang diderita.

Menurut data, risiko kanker sebenarnya meningkat seiring dengan bertambahnya usia, kanker juga lebih banyak diderita pria dibanding wanita dan orang dari kelompok ekonomi bawah lebih sering didiagnosa kanker pada stadium lanjut.

Dalam film, biasanya terapi kemoterapi paling banyak digambarkan. Selain itu 65 persen film yang mengangkat tema kanker juga menyebutkan tes diagnosa dan gejalanya.

Walau film-film itu kurang akurat, tetapi film bisa menjadi media untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan kanker.



 

 


Sumber :
LiveScience

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui