Jumat, 31 Oktober 2014 01:14
Caring by Sharing | Kompas.com

KEPENDUDUKAN

Program KB Jadi Strategi Mencapai Target MDGs

Minggu, 24 Maret 2013 | 05:42 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

Badung, Kompas - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional mendorong pemerintah daerah untuk memperhatikan dan tetap menjalankan program Keluarga Berencana. Hal itu karena Keluarga Berencana merupakan strategi dalam rekayasa kependudukan untuk mencapai sasaran Pembangunan Milenium.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sudibyo Alimoeso mengatakan, rekayasa kependudukan meliputi kelahiran, kematian, dan migrasi. Rekayasa kependudukan melalui program Keluarga Berencana (KB) menjadi isu penting dalam capaian sasaran Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals/MDGs) karena berhubungan dengan pencapaian target bidang kesehatan ibu dan anak serta penanggulangan kemiskinan dan kelaparan.

”Tanpa rekayasa kependudukan, target MDGs sulit tercapai,” kata Sudibyo, di sela-sela forum Pertemuan Kelompok Ahli tentang Dinamika Penduduk dan Agenda Pembangunan Pasca 2015, di Nusa Dua, Bali, Sabtu (23/3). Pertemuan kelompok ahli difasilitasi BKKBN, Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), serta Badan Kependudukan Perserikatan Bangsa- Bangsa (UNFPA).

Sudibyo menambahkan, peran dan komitmen pemerintah daerah (pemda) untuk menggalakkan kembali program KB sangat penting untuk mengendalikan laju pertambahan penduduk secara nasional. Ini karena KB juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup, khususnya perempuan dan remaja.

Pakar kependudukan, yang menjadi peserta, Emil Salim, menyatakan, kalangan pemda di Indonesia harus memahami pentingnya pengendalian laju pertambahan penduduk secara nasional dengan menjalankan program KB di daerahnya masing-masing.

”Program KB di Indonesia masih berjalan, tetapi mengalami stagnasi karena desentralisasi,” ujar Emil yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Presiden. Persoalan dinamika kependudukan bakal menjadi agenda pembangunan pasca-MDGs tahun 2015.

(COK)


IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui