Sabtu, 25 Oktober 2014 14:46
Caring by Sharing | Kompas.com

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

Mengatasi Sakit Pinggang

Selasa, 26 Maret 2013 | 08:17 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

Oleh Sri Rejeki

Sakit di pinggang bagian bawah jangan dianggap sepele. Beberapa kasus bisa sembuh setelah dipijat, beristirahat, atau meminum obat. Namun, sakit pinggang akibat saraf terjepit perlu penanganan serius.

Kasus sakit pinggang bagian bawah bersumber pada terjepitnya saraf oleh bantalan sendi/ruas tulang belakang dan ligamen (pembungkus ruas tulang belakang). Hal ini kebanyakan terjadi pada dua ruas paling bawah tulang belakang sehingga keluhan nyeri dirasakan di pinggang bagian bawah.

”Kalau dibiarkan, aliran darah akan berkurang, lama-lama otot-otot akan lemah, mengecil, dan rusak sehingga fungsi dan perannya menurun. Kalaupun saraf yang terjepit dilepaskan, ada kemungkinan tidak bisa pulih seperti semula,” kata Direktur Utama Rumah Sakit Ortopedi Prof dr R Soeharso, Surakarta, Respati S Dradjat, Jumat (22/3).

Menurut dokter spesialis ortopedi traumatologi itu, jika sumber masalah adalah saraf yang terjepit, pasien tidak akan langsung dioperasi, tetapi mendapat terapi konservatif terlebih dulu. Bentuknya antara lain fisioterapi dengan traksi lumbal (menarik tulang belakang) untuk mengulur jaringan lunak, relaksasi otot, dan mobilisasi persendian. Terapi ini akan mencegah keluhan berlanjut sehingga penderita tidak perlu menjalani operasi.

Apabila setelah dua kali terapi, saraf kembali terjepit, baru perlu dilakukan operasi. Tindakan serupa diterapkan jika otot telanjur lemah. Ini dilakukan dengan bedah invasif minimal. Sebelumnya, pasien diperiksa dengan alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk mengetahui lokasi saraf yang terjepit.

”Kelebihan bedah invasif minimal, rasa sakit setelah operasi berkurang dan penyembuhan lebih cepat karena luka operasi kecil, hanya perlu sayatan 3-4 sentimeter. Pasien juga tidak perlu rawat inap lama,” katanya.

Bedah invasif minimal bisa diterapkan dengan dukungan peralatan, antara lain mikroskop, alat-alat navigasi, dan monitor untuk membantu mencapai akurasi maksimal saat pembedahan.

Menurut dokter ahli saraf Nugroho Dzulkarnai Salim, jika yang menjepit saraf adalah ligamen yang menebal, ligamen akan dikikis untuk memberi ruang bagi saraf.

Ganti bantalan

Jika yang menjepit saraf adalah bantalan tulang, bantalan akan diambil atau diganti dengan bantalan sintetis bergantung pada kondisi pasien. Setelah bedah invasif minimal, pasien akan mendapat latihan dan fisioterapi untuk memperkuat otot-ototnya.

”Jika pasien perlu mobilitas tinggi, bantalan akan diganti sintetis, misalnya dari silikon. Tetapi, jika sudah berusia lanjut, cukup diambil bantalannya. Ruas tulang masih bisa bergerak meski agak kaku,” ujar Nugroho.

Keluhan sakit pinggang bagian bawah banyak dialami orang dewasa dan lanjut usia. Penyebabnya adalah degenerasi yang menimbulkan penyempitan ruang saraf akibat menebalnya ligamen atau mengempis dan bergesernya bantalan sendi. Akibatnya, serabut saraf terjepit atau keluar dari lubang saraf dan mengalami iritasi.

Usia lebih muda dapat menderita hal yang sama. Penyebabnya antara lain aktivitas yang berlebihan, seperti mengangkat beban berat dan olahraga tanpa pemanasan atau terjatuh. Sakit pinggang bagian bawah akibat saraf terjepit akan menimbulkan rasa nyeri yang sifatnya menjalar, misalnya ke tungkai hingga telapak kaki yang dirasakan sebagai kesemutan atau kebas.

Pada taraf lanjut, penderita tak bisa jinjit, tak kuat berjalan jauh, serta mengalami gangguan buang air kecil dan besar.

 


Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Lusia Kus Anna

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui