Jumat, 21 Juli 2017

Health

5 Langkah Cegah Gangguan Makan Makin Buruk pada Remaja

HUFFINGTONPOST.COM Ilustrasi

KOMPAS.com- Sebagai orangtua, tidak ada yang lebih penting selain kebahagiaan anak Anda. Itulah mengapa begitu menakutkan jika melihat anak remaja Anda mulai ogah-ogahan makan.

Ketika Anda berhasil memaksanya makan sepiring nasi dan lauk pauk, anak langsung masuk ke kamar mandi.

Menurut situs kesehatan Healthline, lebih dari separuh gadis remaja dan sepertiga remaja pria memiliki perilaku tidak sehat terkait keinginan mereka mengontrol berat badan demi penampilan. Mereka melakukan:


1. Melewatkan waktu makan.
2. Sengaja Puasa demi cepat menguruskan badan.
3. Memuntahkan lagi makanan yang dimakannya.
4. Minum obat pencahar sembarangan.

Jika Anda curiga anak remaja Anda mungkin memiliki gangguan makan, coba amati pola makannya. Ada perbedaan jelas antara sesekali diet dengan gangguan makan.

Berbicara dengan anak usia remaja tentang gangguan makan adalah hal yang baik untuk mencegah mereka terjerumus ke dalam obsesi semu yang membahayakan kesehatan.

Anda juga perlu tahu bahwa gangguan makan ada tiga jenis, anoreksia, bulimia, dan nafsu makan tidak terkendali.

Mengetahui sedikit tentang masing-masingnya, dapat membantu Anda menjawab pertanyaan anak. Inilah tip untuk memulai pembicaraan yang konstruktif dengan remaja Anda.

1. Tetapkan waktu dan tempat

Beritahu remaja bahwa Anda ingin berbicara dengan mereka tentang sesuatu yang penting. Bahkan jika anak Anda membalas pemberitahuan Anda dengan alis berkenyit dan bibir cemberut, katakan bahwa pembicaraan tetap harus terjadi.

Biarkan mereka tahu bahwa apa yang mungkin mereka lakukan adalah salah dan bisa membahayakan diri mereka sendiri.

Luangkan waktu bebas dan santai dan minta remaja melakukan hal yang sama. Pilih tempat yang tenang dan jika mungkin, tempat yang disukai anak remaja Anda.

2. Mulailah dengan pernyataan berawalan "Saya"

Jika Anda bingung bagaimana memulai percakapan tanpa harus menekan anak remaja Anda, pertimbangkan mengatakan sesuatu seperti "Saya merasa seperti ada sesuatu yang mengganggu kamu."

Atau mungkin Anda bisa merujuk ke suatu momen tertentu, seperti, "Saya melihat kamu tidak makan banyak saat makan malam kemarin. Apakah kamu baik-baik saja?".

Setelah itu, Anda ungkapkan kekhawatiran dan kasih sayang Anda kepadanya seperti, "Saya khawatir melihat kamu kurang nafsu makan."

Menggunakan kata "Saya" dalam berkomunikasi, akan dengan jelas menyatakan keprihatinan Anda tanpa menyalahkan dan membuat remaja Anda menjadi defensive, sehingga tidak mau berbicara.

3. Siap dengan reaksi keras atau tertutup dari remaja Anda

Pahami bahwa betapapun baiknya Anda mencoba menjalin komunikasi, remaja akan cenderung merasa privasinya dilanggar. Mungkin mereka akan menolak atau marah karena merasa terancam.

Seseorang dengan gangguan makan akan sangat keras menyembunyikan perilakunya. Mereka tidak suka dikonfrontasi.

Mungkin juga mereka merasa malu, karena tahu bahwa Anda memerhatikan perilaku yang mereka pikir sudah mereka sembunyikan dengan baik.

Coba untuk tetap tenang dan tidak menganggap reaksi remaja sebagai serangan kepada pribadi Anda. Mungkin, remaja akan berteriak atau menangis. Ini hanya bagian dari proses yang harus dilalui.

4. Dengarkan

Anda mungkin ingin segera mendapat jawaban atas kecurigaan Anda. Tapi, bisa jadi itu tak akan segera terwujud.

Setelah mengungkapkan kekhawatiran, duduk dengan tenang dan siap berdiam diri untuk mendengarkan apapun yang akan anak remaja Anda katakan. Tahan diri dulu untuk memberi saran, penilaian, atau komentar lainnya.

Anda mungkin tidak mengerti apa yang mereka alami, tapi itu akan membantu anak Anda. Mereka akan merasa, suara mereka didengarkan.

5. Berbagi dari hati

Sekali lagi, remaja Anda mungkin tidak memahami keseriusan akibat yang bisa ditimbulkan oleh gangguan makan. Mereka mungkin marah dan menganggap Anda sok pintar.

Tetap jelaskan bahwa kesehatan mereka adalah penting karena itu berkaitan dengan masa depan mereka. Jelaskan bahwa Anda sangat peduli dan ingin melihat mereka tetap sehat.

Jka Anda memiliki pengalaman pribadi yang mirip terkait gangguan makan, mungkin akan bermanfaat untuk berbagi cerita dengannya.

Jika remaja sudah terbuka dan kecurigaan Anda terkonfirmasi, mungkin ada baiknya untuk tidak segera mengirim mereka ke psikolog.

Anda harus memulai lagi dari awal tip untuk perlahan-lahan membuat mereka paham, mereka butuh bantuan. Sementara itu, Anda tetap harus membujuk mereka untuk tetap makan sesuai aturan kesehatan.

Penulis: Lily Turangan
Editor : Bestari Kumala Dewi
Sumber: Healthline,
TAG: