KOMPAS.com - Stroke iskemik adalah satu dari tiga jenis stroke yang paling banyak diderita.
Melansir Mayo Clinic, stroke iskemik terjadi ketika ada penyumbatan pembuluh darah di otak.
Akibatnya, pasokan darah ke otak jadi terhambat. Penyumbatan pembuluh darah di otak ini bisa menyebabkan kerusakan sel-sel otak.
Apabila tidak segera ditangani, stroke iskemik bisa menyebabkan kerusakan otak permanen.
Berikut penjelasan lebih lanjut terkait gejala, penyebab, dan pengobatan stroke iskemik.
Baca juga: 7 Gejala Stroke yang Pantang Diabaikan
Gejala stroke iskemik tergantung bagian pembuluh darah otak yang tersumbat.
Dilansir dari Healthline, gejala stroke iskemik yang umum dirasakan penderitanya, antara lain:
Setiap orang perlu mengenali gejala stroke iskemik. Begitu ada tanda penyakit muncul, segera bawa penderita ke rumah sakit agar komplikasi penyakit bisa dicegah.
Terkadang, ada penderita yang mengalami stroke iskemik ringan. Kondisi ini membuat gejala stroke hanya muncul sesaat dan segera sembuh dengan sendirinya.
Kendati sekilas terlihat ringan, penderita tetap perlu segera dibawa ke rumah sakit agar kesehatannya bisa dievaluasi dan stroke iskemik parah bisa dicegah.
Baca juga: Gejala Stroke Ringan itu Seperti Apa?
Stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah arteri yang memasok darah ke otak tersumbat.
Penyumbatan dapat berasal dari gumpalan darah atau penumpukan lemak yang dikenal sebagai plak. Berikut penjelasannya:
Gumpalan darah penyebab stroke biasanya bermula dari pembuluh darah di jantung, lalu berjalan melalui sistem peredaran darah.
Gumpalan ini bisa pecah dengan sendirinya, atau terkadang tersangkut di pembuluh darah arteri.
Ketika tersangkut dan menyumbat arteri otak, otak bisa kekurangan darah atau oksigen. Apabila tidak segera ditangani, sel-sel otak bisa mati.
Baca juga: Stroke Ringan Bisa Sembuh Total, Tapi Kenapa Tak Boleh Diabaikan?