Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Golongan Darah yang Berpotensi Terkena Gangguan Ingatan

Kompas.com - 25/07/2021, 13:31 WIB
Galih Pangestu Jati

Penulis

KOMPAS.com - Beberapa penelitian telah menunjukkan perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan individu untuk mencegah kehilangan ingatan, seperti menjaga stres dan gula darah tetap rendah, dan tidak merokok.

Namun, dilansir dari Medical News Today, sebuah studi menunjukkan dengan tepat faktor risiko potensial untuk kehilangan ingatan yang dipengaruhi oleh golongan darah seseorang.

Studi ini didukung oleh National Institutes of Health dan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS dan diterbitkan dalam jurnal Neurology.

Baca juga: Golongan Darah yang Paling Disukai Nyamuk

Jenis darah yang kita miliki tergantung pada ada atau tidaknya protein tertentu – yang disebut antigen – dalam sel darah merah kita dan golongan darah ini diturunkan dari orang tua kita.

Ada empat golongan darah utama: tipe A, tipe B, tipe AB dan tipe O.

Selain itu, jika zat yang disebut faktor Rh muncul di permukaan sel darah merah, seseorang dianggap Rh+ (positif).

Baca juga: Temani Titiek Puspa di Rumah Sakit, Inul Daratista: Sampai Detik Terakhir Eyang Mengembuskan Napas

Tipe O+ adalah golongan darah yang paling umum, sedangkan AB- adalah yang paling tidak umum.

Namun tidak semua suku bangsa memiliki proporsi golongan darah yang sama.

Misalnya, orang Hispanik memiliki jumlah golongan darah O yang tinggi, sedangkan orang Asia memiliki jumlah golongan darah B yang tinggi.

Baca juga: Hasil Timnas U17 Indonesia Vs Afghanistan 2-0, Garuda Asia Sapu Bersih Grup C!

Menurut penulis studi terbaru ini, yang dipimpin oleh Dr. Mary Cushman dari University of Vermont College of Medicine di Burlington, golongan darah AB hanya ditemukan bahwa orang dengan golongan darah ini memiliki potensi mengalami masalah memori yang menyebabkan demensia sebanyak 82 persen daripada golongan darah lainnya.

Mereka mencatat bahwa orang dengan golongan darah O memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan stroke.

Kedua penyakit ini merupakan faktor yang dapat meningkatkan risiko kehilangan memori dan demensia .

Baca juga: Benarkah Asam Urat adalah Gejala Gagal Ginjal? Ini Jawaban Dokter

Dalam melakukan riset, para peneliti menggunakan data yang disebut Studi REGARDS, yakni singkatan dari REAsons for Geographic And Racial Differences in Stroke.

Sedikitnya penelitian ini diikuti 30.000 orang selama sekitar 3,4 tahun.

Dari mereka yang terlibat dalam penelitian yang tidak memiliki masalah memori di awal, 495 orang di antaranya memiliki masalah terkait dengan memori dan gangguan kognitif.

Halaman:
Komentar
saya bergolongan darah o tapi nenek saya diabet dan stroke, semoga benar dan kemungkinan kecil ada turunan stroke #jernihberkomentar

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau