Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/07/2013, 10:31 WIB


TANYA :

Dear Konselor AIMI, saya seorang ibu pekerja meninggalkan bayi 9 jam/hari. Selama ditinggal, saya sudah menyiapkan ASI perah. Bayi saya Fachry (3,5 bulan) dia jadi enggak mau minum ASIP. Maunya menyusu langsung ke bundanya. Segala media pemberian ASIP sudah dicoba (dot, gelas, sendok, dll) tapi belum berhasil, selalu menangis menjerit bahkan kadang sampai muntah.

Selama ini saya usahakan semaksimal mungkin menyusui langsung di malam hari dan sebelum berangkat kerja. Apakah berbahaya bagi bayi saya kalau dia tidak minum ASI siang hari sedangkan dia belum mendapat MPASI? Tindakan apa yang harus saya lakukan agar anak saya mau minum ASIP? Terima kasih. 

(Ulvi, 25, Siadoarjo)

JAWAB :

Hai ibu Ulvi :)

Wah selamat ya, ibu Ulvi meskipun bekerja masih bisa memberikan ASI untuk buah hati tercinta...semoga si adik tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas.

Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

Tantangan menyusui bagi ibu bekerja memang sangat beragam, oleh karena itu seringkali dibutuhkan tekad dan komitment yang kuat agar berhasil memberikan, minimal ASI eksklusif selama 6 bulan pertama.

Ibu Ulvi, memang dalam pemberian ASI perah (ASIP) kurang disarankan untuk menggunakan botol dan dot, karena salah satu resiko yang ditimbulkan adalah bayi menjadi bingung puting dan produksi ASI ibu bisa berkurang. Ibu Ulvi sungguh bijak karena mencoba untuk memberikan ASIP dengan media lain seperti sendok dan gelas. Apakah ibu pernah juga untuk mencoba menggunakan pipet atau spuit?

Memang ada beberapa bayi yang butuh waktu penyesuaian lebih lama untuk bisa minum ASIP, karena selama ini bayi-bayi tersebut sangat menikmati minum ASI langsung dari payudara ibunya. Hangatnya dekapan sang ibu serta tatapan mesra dan belaian lembut bunda membuat bayi sangat betah untuk menyusu secara langsung.

Baca juga: Kisah Cucu, Istri yang Tertinggal Mobil di "Rest Area" Batang Saat Mudik Lebaran

Kalau boleh saya beri saran, mungkin bisa coba berikan ASIP kepada adik Fachry dengan pipet atau spuit. Kemudian cari mood yang enak, mungkin setelah Fachry bangun tidur, diantara waktu bermain.

Hindari memberikan ASIP saat bayi sedang mengantuk atau sedang lapar. Coba berikan sedikit-sedikit tapi sering. Bisa juga coba sambil digendong, atau pindah ruangan (ganti suasana). Baiknya pengasuh bayi juga tenang dan tidak memaksa untuk meminumkan ASIP...apalagi sampai menuangkan ke dalam mulut bayi. Selain resiko bayi tersedak, ada juga resiko bayi akan trauma untuk minum ASIP.

Terus dicoba secara konsisten ya bu, lama kelamaan baik pengasuh maupun bayi akan terbiasa dengan ritme pemberian ASIP. Seandainya adik Fachry kurang optimal minum ASIP saat ditinggal kerja, maka bayi pintar akan mengambil kekurangannya saat bertemu lagi dengan bundanya dan menyusu secara langsung. Jangan lupa untuk secara rutin periksa tumbuh kembang adik Fachry ya bu, termasuk memantau kenaikan berat badannya.

Baca juga: Rama Sahetapy dan Merdianti Octavia Hadir ke Rumah Duka Ray Sahetapy

Semoga sedikit saran dari saya bisa membantu, selamat menyusui dan selamat bekerja! :)

Salam ASI!

Mia

Mia Sutanto, SH, LL.M, Lactation Counselor
Chairwoman
Indonesian Breastfeeding Mothers' Association (AIMI)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bertemu PM Hongaria, Netanyahu Bersumpah Hancurkan Poros Iran
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau