Salin Artikel

Riset Buktikan Virus Corona Bisa Menyebar lewat Sepatu, Begini Baiknya

KOMPAS.com - Virus corona jenis baru telah terbukti dapat bertahan hidup di permukaan benda. Kini, riset terbaru juga membuktikan virus corona bisa menyebar lewat sepatu atau alas kaki.

Virus yang sedang menjadi pandemi saat ini bisa terseret bagian bawah atau sol sepatu dan berpotensi menyebar ke berbagai permukaan benda.

Hal tersebut telah dibuktikan dalam riset yang meneliti beberapa permukaan unit perawatan pasien Covid-19 sebuah rumah sakit yang berlokasi di Wuhan, China.

Dalam riset tersebut, peneliti menemukan bahan genetik dari virus corona pada sampel yang berasal dari bagian bawah sepatu pekerja medis.

Peneliti juga menemukan adanya virus corona di lantai, termasuk daerah luar tempat perawatan pasien Covid-19.

Meski demikian, peneliti menyimpulkan penularan virus corona dari sepatu sangat kecil kemungkinannya.

Selain itu, adanya virus corona yang bisa menyebar lewat sepatu juga belum diuji di luar pengaturan medis di mana pasien positif Covid-19 tinggal.

Menurut peneliti, penyebaran utama virus corona berasal dari droplet atau tetesan air liur pasien positif Covid-19 yang keluar saat batuk, bersin, atau berbicara.

Tetesan tersebut bisa jatuh ke orang lain atau mendarat di permukaan lain. Jika seseorang berdekatan dengan pasien yang terinfeksi atau menyentuh permukaan benda yang telah terkontaminasi, maka besar kemungkinannya akan tertular.

Ahli epidemiologi Vidya Mony mengatakan, bahan untuk membuat sepatu sering kali menjadi tempat perkembangbiakan yang baik untuk patogen penyebab penyakit menular.

Selain itu, bagian sol sepatu yang kita gunakan bersentuhan langsung dengan tanah atau lantai sehingga berpotensi menyebarkan patogen tersebut.

Riset yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine juga membuktikan, virus corona bisa tetap aktif pada beberapa permukaan benda hingga tiga hari lamanya, termasuk benda yang terbuat dari plastik atau sintetis.

"Ini menunjukkan sepatu yang terbuat dari bahan sintetis bisa menjadi sarang virus yang aktif untuk jangka waktu lama, berbeda dengan sepatu yang terbuat dari serat alami," ucap Mony.

Pakar kesehatan masyarakat Carol A Winner juga mengatakan, sepatu berbahan serat alami membuat droplet mengering lebih cepat. Meski demikian, kita tetap harus menjaga kebersihan sepatu demi meminimalisasi risiko infeksi.

Pakai sepatu untuk cegah infeksi

Menurut spesialis penyakit menular Kathleen Jordan, memakai sepatu justru melindungi area kaki dari risiko infeksi.

Sepatu juga benda yang jarang disentuh oleh tangan. Jadi, kecil kemungkinannya ada risiko kontaminasi virus dari sepatu.

Meski demikian, kita tetap harus waspada dan menjaga kebersihan diri dan benda-benda yang ada di sekitar kita, termasuk sepatu yang kita kenakan.

Berdasarkan rekomendasi CDC, kita harus mendisinfeksi sepatu yang akan kita pakai agar terhindar dari virus atau berbagai patogen penyebab infeksi.

Selain itu, pastikan kita tidak meletakkan sepatu di dalam rumah dan membersihkan sepatu sebelum menyimpannya.

Kita juga bisa menyiapkan tempat penyimpanan sepatu yang jauh dari area sosial di rumah.

Melepas sepatu dan membersihkannya sebelum memasuki rumah juga bisa menjadi cara efektif untuk mencegah penyebaran virus.

 

https://health.kompas.com/read/2020/04/22/180000568/riset-buktikan-virus-corona-bisa-menyebar-lewat-sepatu-begini-baiknya

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Cara Aman Membersihkan Telinga

3 Cara Aman Membersihkan Telinga

Health
Aneurisma Aorta

Aneurisma Aorta

Penyakit
Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Health
Bisinosis

Bisinosis

Penyakit
Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Health
Penis Patah

Penis Patah

Penyakit
8 Cara Mengatasi Susah Kentut dengan Obat dan secara Alami

8 Cara Mengatasi Susah Kentut dengan Obat dan secara Alami

Health
Emfisema

Emfisema

Penyakit
3 Perbedaan Demensia dan Alzheimer, Jangan Keliru Membedakannya

3 Perbedaan Demensia dan Alzheimer, Jangan Keliru Membedakannya

Health
OCD

OCD

Penyakit
Mengenal Cardiac Angiosarcoma, Kanker Langka yang Menyerang Jantung

Mengenal Cardiac Angiosarcoma, Kanker Langka yang Menyerang Jantung

Health
Barotrauma Telinga

Barotrauma Telinga

Penyakit
Bisakah Kehamilan Terjadi Tanpa Penetrasi?

Bisakah Kehamilan Terjadi Tanpa Penetrasi?

Health
Flu Babi

Flu Babi

Penyakit
Gangguan Kepribadian Ganda (DID)

Gangguan Kepribadian Ganda (DID)

Penyakit
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.