Salin Artikel

5 Hal yang Bisa Memicu Impotensi, Pria Harus Waspada

KOMPAS.com - Impotensi seringkali menghantui para pria, terutama ketika usia semakin brtambah.

Tentunya, hal ini akan mempengaruhi fungsi seksual mereka. Padahal, kehidupan seksual juga menjadi kunci penting dalam kehidupan berumah tangga.

Meski impotensi merupakan bagian dari penuaan, tak jarang pria muda juga mengalami hal ini.

Ada berbagai faktor yang bisa memicu impotensi di kalangan pria, termasuk gangguan emosional dan fisik.

Selain berdampak negatif pada kehidupan seks, impotensi juga dapat menyebabkan depresi, stres, dan kurangnya rasa percaya diri.

Untuk mencegah dan mengatasi hal tersebut, kita tentu harus mencari tahu berbagai faktor yang memicu impotensi.

Melansir laman Healthline, berikut berbagai hal yang bisa memicu impotensi:

1. Gangguan endokrin

Sistem endokrin tubuh menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme, fungsi seksual, reproduksi, suasana hati, dan sejenisnya.

Diabetes adalah salah satu contoh penyakit endokrin yang dapat menyebabkan pria mengalami impotensi.

Diabetes memengaruhi kemampuan tubuh untuk menggunakan hormon insulin.

Salah satu komplikasi yang terkait dengan diabetes kronis adalah kerusakan saraf, yang turut sensitivitas padaorgan intim.

Komplikasi lain yang terkait dengan diabetes antara lain gangguan aliran darah dan kadar hormon. Kedua faktor ini juga dapat menyebabkan impotensi.

2. Gangguan saraf atau neurologi

Beberapa kondisi neurologis dapat meningkatkan risiko impotensi. Pasalnya, kondisi saraf memengaruhi kemampuan otak untuk berkomunikasi dengan sistem reproduksi, yang bisa mencegah pria mencapai ereksi.

Gangguan neurologis yang bisa memicu impotensi antara lain:

  • penyakit Alzheimer
  • penyakit Parkinson
  • tumor otak atau tulang belakang
  • multiple sclerosis (MS)
  • stroke
  • epilepsi lobus temporal.

3. Efek samping obat

Mengonsumsi obat tertentu dapat memengaruhi aliran darah yang memicu impotensi.

Contoh obat-obatan yang bisa memicu impotensi antara lain:

  • penghambat alfa-adrenergik, termasuk tamsulosin (Flomax)
  • beta-blocker, seperti carvedilol (Coreg) dan metoprolol (Lopressor)
  • obat kemoterapi kanker, seperti simetidin (Tagamet)
  • depresan sistem saraf pusat (SSP), seperti alprazolam (Xanax), diazepam (Valium), dan kodein
  • Stimulan SSP, seperti kokain dan amfetamin
  • diuretik, seperti furosemide (Lasix) dan spironolactone (Aldactone)
  • Inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI), seperti fluoxetine (Prozac) dan paroxetine (Paxil)
  • hormon sintetis, termasuk leuprolida (Eligard).

Untuk menghentikan konsumsi obat-obatan tersebut kita harus berkosultasi dengan dokter terlebih dahulu.

4. Kondisi terkait jantung

Kondisi yang mempengaruhi jantung dan kemampuannya memompa darah dengan baik bisa menyebabkan impotensi.

Tanpa aliran darah yang cukup ke penis, pria tidak dapat mencapai ereksi. Contoh gangguan jantung yang bisa memicu impotensi antra lain sebagai berikut:

  • aterosklerosis atau suatu kondisi yang menyebabkan pembuluh darah tersumbat
  • kolesterol tinggi
  • hipertensi.

5. Gaya hidup dan gangguan emosional

Gangguan emosional juga bisa menghambat pria untuk mencapai ereksi. Contoh gangguan emosional yang bisa memicu impotensi antara lain depresi dan kecemasan.

Penyalahgunaan obat-obatan seperti kokain dan amfetamin juga dapat menyebabkan impotensi.

Selai itu, konsumsi alkohol berlebihan juga bisa mempengaruhi kemampuan pria untuk mencapai ereksi.

https://health.kompas.com/read/2020/08/20/210600568/5-hal-yang-bisa-memicu-impotensi-pria-harus-waspada

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Chancroid
Chancroid
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.