Salin Artikel

6 Perbedaan Burnout dan Stres, Sekilas Serupa Tapi Tak Sama

Tekanan pekerjaan, sekolah, masalah ekonomi, penyakit, sampai keluarga tak jarang memang bisa berujung stres atau burnout.

Kendati burnout dan stres sama-sama berasal dari tekanan, tapi keduanya berbeda. Sebelum mengulas perbedaannya, kenali dulu apa itu burnout.

Apa itu burnout?

Melansir Healthline, burnout adalah kondisi kelelahan mental dan fisik sampai pada level segala sesuatu jadi tidak menyenangkan.

Istilah burnout kali pertama diperkenalkan psikolog Herbert Freudenberger pada 1970-an silam.

Ia menciptakan istilah tersebut untuk menggambarkan kondisi stres parah, sampai memicu kelelahan fisik, mental, dan emosional.

Penyebab burnout dapat berasal dari paparan situasi yang penuh tekanan secara terus-terusan.

Misalkan merawat orang sakit, bekerja minim apresiasi dan jarang istirahat, atau menyimak berita buruk pandemi Covid-19 dalam waktu berkepanjangan.

Berbeda dari kelelahan biasa, orang yang burnout terkadang sampai tidak berdaya dan enggan bangun dari tempat tidur setiap pagi.

Bahkan, orang burnout acapkali pesimistis dan putus asa dalam menjalani hidup.

Setiap orang bisa mengalami burnout. Tapi, masalah kesehatan mental ini cenderung dialami orang dengan kepribadian perfeksionis.

Selain itu, orang dengan jam kerja tinggi, sedang merawat orang sakit, atau mengasuh anak di rumah juga rentan terkena burnout.

Perbedaan burnout dan stres

Melansir HelpGuide, burnout adalah imbas dari tekanan atau stres yang berlebihan. Tapi, bukan sembarang tekanan. Stres tersebut sampai menguras fisik dan mental.

Orang yang stres biasa, terkadang biasanya masih mampu membayangkan solusi atas persoalannya, atau mampu mengendalikan tekanan yang sedang dihadapi. Dengan begitu, mereka punya jeda untuk merasa lebih baik.

Tidak demikian dengan burnout. Orang yang sudah berada di tahap burnout dapat merasa kosong, sangat lelah secara mental, tidak punya motivasi, dan acuh dengan sekitarnya.

Orang burnout cenderung tidak bisa melihat harapan atau sisi positif dari situasi yang tengah dihadapi.

Saking intensnya tekanan hidup, orang burnout jamak tidak sadar sedang bergelut dengan kelelahan jiwa raga ekstrem.

Berikut sekilas perbedaan burnout dan stres yang perlu diketahui.

Ciri-ciri stres:

  • Reaksinya cenderung antusias pada sesuatu
  • Emosi jadi sangat reaktif
  • Jadi terburu-buru dan hiperaktif
  • Kehilangan tenaga
  • Berujung pada gangguan kecemasan
  • Imbas utamanya merusak fisik

Ciri-ciri burnout:

  • Reaksinya cenderung cuek atau acuh
  • Emosi jadi tumpul seolah mati rasa
  • Jadi tidak berdaya dan putus asa
  • Kehilangan motivasi, semangat, dan harapan
  • Berujung pada depresi
  • Imbas utamanya merusak emosional

Stres dan burnout sama-sama berdampak buruk bagi kesehatan. Jika ada ciri-ciri burnout atau stres di atas dan kamu mulai kewalahan, ada baiknya segera mencari pertolongan tenaga kesehatan mental profesional.

https://health.kompas.com/read/2021/07/02/194900068/6-perbedaan-burnout-dan-stres-sekilas-serupa-tapi-tak-sama

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

Health
Seasonal Affective Disorder (SAD)

Seasonal Affective Disorder (SAD)

Penyakit
7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Batu Ginjal

Batu Ginjal

Penyakit
Mengenal 3 Jenis Afasia yang Banyak Dialami Penderita Stroke

Mengenal 3 Jenis Afasia yang Banyak Dialami Penderita Stroke

Health
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.