Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Terinfeksi jamur Candida, Bisakah Berhubungan Seks?

KOMPAS.com - Infeksi jamur vagina terjadi karena adanya pertumbuhan berlebih dari jenis jamur yang dikenal dengan nama Candida.

Bagi wanita yang mengalami infeksi jamur vagina, berhubungan seks bisa menjadi hal yang menyakitkan dan mendatangkan berbagai risiko.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), infeksi jamur vagina adalah jenis infeksi vagina kedua yang paling umum setelah infeksi bakteri pada vagina.

Gejala infeksi jamur vagina dapat meliputi:

Bisakah berhubungan seks saat terinfeksi jamur?

Biasanya, dokter tidak merekomendasikan seseorang yang terkena infeksi jamur untuk berhubungan seks sampai sembuh.

Selain membuat aktivitas seks menjadi tidak nyaman, menahan diri dari aktivitas seksual juga membantu meminimalisir rasa sakit dan gatal.

Seseorang yang berhubungan seks saat mereka memiliki infeksi jamur dapat menyebabkan infeksi bertahan lebih lama.

Berhubungan seks saan terinfeksi jamur juga bisa menyebabkan gejala kembali jika mereka baru saja sembuh setelah pengobatan, dan meningkatkan risiko pasangannya terkena infeksi serupa.

Pasangan seksual dapat menularkan infeksi jamur. Namun, kemungkinan penularannya kecil.

Pasangan seksual dapat menularkan infeksi jamur. Namun, kemungkinan penularannya kecil.

Ketika seorang wanita berhubungan seks dengan wanita lain, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa mereka dapat menularkan infeksi jamur. Namun, satu studi tidak menemukan bukti yang mendukung penularan infeksi dari wanita ke wanita melalui hubungan seks.

Meskipun infeksi jamur pada pria jarang terjadi, pria bisa saja terkena infeksi dengan berhubungan seks dengan orang yang memiliki infeksi jamur vagina. 

Infeksi jamur bukanlah infeksi menular seksual (IMS). Namun, beberapa metode pencegahan, seperti kondom, dapat membantu mengurangi risiko penyebaran infeksi jamur ke pasangan.

Infeksi jamur bukanlah infeksi menular seksual (IMS). Namun, beberapa metode pencegahan, seperti kondom, dapat membantu mengurangi risiko penyebaran infeksi jamur ke pasangan.

Kapan bisa berhubungan seks?

Berhubungan seks saat menjalani perawatan untuk infeksi jamur dapat memperlambat proses penyembuhan.

Jika pasangan seseorang mengalami infeksi jamur, ada kemungkinan infeksi tersebut akan ditularkan bolak-balik.

Seseorang umumnya harus menghindari aktivitas seksual sampai semua gejala hilang.

Infeksi ragi biasanya hilang relatif cepat setelah seseorang memulai pengobatan.

Ada beberapa jenis obat yang dijual bebas di pasaran untuk mengatasi infeksi jamur. Obat-obatan tersebut biasanya mengandung salah satu bahan berikut:

  • butokonazol (Ginazol)
  • mikonazol (Monistat)
  • terkonazol (Terazol).

Ketika seseorang mengembangkan infeksi jamur untuk pertama kalinya, mereka harus menemui dokter untuk memastikan mereka menerima diagnosis dan pengobatan yang benar.

Pasien juga harus mencari nasihat medis jika perawatan OTC tidak efektif. Seorang dokter dapat merekomendasikan perawatan alternatif, termasuk pengobatan oral.

Penderita infeksi jamur juga harus mencari berkonsultasi ke dokter jika mengalami infeksi empat kali atau lebih dalam setahun, sedang hamil, memiliki gejala yang parah, dan memiliki sistem kekebalan yang terganggu.

Setelah perawatan selesai, dan gejalanya hilang, seseorang dapat kembali ke kehidupan seks yang biasa.

https://health.kompas.com/read/2022/07/16/210000168/terinfeksi-jamur-candida-bisakah-berhubungan-seks-

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke