Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tanda-tanda Neuropati Otonom yang Harus Diwaspadai

KOMPAS.com - Ada banyak gejala yang dapat muncul ketika Anda mengalami neuropati otonom.

Mengutip WebMD, neuropati otonom adalah kerusakan yang terjadi pada jaringan saraf yang mengontrol aktivitas dalam tubuh di bawah sadar.

Saraf otonom yang mengontrol banyak fungsi tubuh otomastis, tanpa perlu berpikir, contohnya untuk mengatur hal berikut:

  • Suhu tubuh
  • Tekanan darah
  • Detak jantung
  • Pencernaan
  • Buang air kecil
  • Gerakan usus

Oleh karena itu, neuropati otonom dapat menyebabkan banyak gejala berbeda.

Selanjutnya, artikel ini akan menunjukkan sejumlah tanda-tanda kerusakan saraf otonom pada banyak organ dan sistem organ tertentu.

Apa saja tanda-tanda neuropati otonom yang bisa terjadi?

Disari dari Healthline dan WebMD, berikut tanda-tanda neuropati otonom pada organ dan sistem organ meliputi:

  • Kandung kemih

Gejala neuropati otonom yang memengaruhi kandung kemih Anda mungkin termasuk berikut:

    • Kesulitan mulai buang air kecil atau kurangnya kontrol atas buang air kecil
    • Sulit mengosongkan kandung kemih Anda
    • Infeksi saluran kemih
  • Sistem pencernaan

Gejala neuropati otonom dalam sistem pencernaan dapat meliputi:

  • Organ reproduksi

Tanda-tanda neuropati otonom pada organ reproduksi meliputi berikut:

    • Disfungsi ereksi
    • Ejakulasi dini
    • Keslitan mencapai orgasme
    • Kekeringan vagina
  • Jantung dan pembuluh darah

Kerusakan saraf otonom yang terjadi pada jantung dan pembuluh darah menyebabkan gejala sebagai berikut:

  • Mata

Gejala kerusakan saraf yang memengaruhi mata dapat meliputi:

    • Penyesuaian pupil yang lambat dari gelap ke terang
    • Kesulitan mengemudi di malam hari
  • Kelenjar keringat

Tanda-tanda neuropati otonom dapat memengaruhi kelenjar keringat, sepetri berikut:

Adapun gejala neuropati otonom lainnya dapat mencakup penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan dan glukosa darah rendah tanpa tanda peringatan.

Berbagai gejala neuropati otonom tersebut dapat terjadi karena kerusakan saraf memengaruhi sinyal antara otak dan organ Anda.

Jika Anda mengalami beberapa gejala kerusakan saraf otonom di atas, Anda harus segera periksa ke dokter.

Dokter kemungkinan akan melakukan banyak pemeriksaan fisik, seperti ters pernapasan, tes pengosongan lambung, tes tekanan darah, hingga USG.

https://health.kompas.com/read/2023/05/18/210000768/tanda-tanda-neuropati-otonom-yang-harus-diwaspadai

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke