Gara-gara Pengobatan Alternatif, Kaki Harus Amputasi

Kompas.com - 03/12/2008, 16:47 WIB
Editor

BANDUNG, RABU - Akibat berobat di tempat pengobatan alternatif, Ade Peri Hidayat (31), warga Kampung Sukasari Cebek Soreang, Kabupaten Bandung, harus merelakan kaki sebelah kirinya diamputasi.
    
"Saat ini, kondisi kaki sebelah kiri milik Ade telah berwarna hitam dan mengeluarkan bau daging busuk," ucap istrinya, Ida (28), di Ruang Perawatan Ortopedi Lantai 2, Rumah sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS), Selasa.

"Awalnya suami saya jatuh dari motor, terus kakinya terkilir. Lalu saya bawa berobat di tempat urut di daerah Cikalong Wetan dan ternyata bukannya sembuh malah jadi busuk," katanya kepada para wartawan.

Menurutnya, setelah dibawa ke tukang urut di daerah Cikalong Wetan, kaki suaminya dibalut oleh perban serta dilakukan pembebatan dengan menggunakan bambu di bagian kaki yang mengalami luka.

Ia menjelaskan, tujuan dilakukan pembebatan dengan menggunakan bambu untuk mengembalikan posisi tulang kaki suami supaya kembali pada keadaan normal.

Namun, setelah dilakukan pembebatan dengan menggunakan kayu tersebut, selama 10 hari, dari tanggal 1 hingga 10 Oktober 2008,bukanlah kesembuhan yang diterima oleh suaminya, melainkan tulang kering kaki sebelah kiri suaminya berubah berwarna hitam serta dagingnya menjadi busuk.

Salah seorang dokter spesialis ortopedi RSHS Bandung, dr Widya A Sp OT, mengatakan, sebenarnya kaki Ade dapat diselamatkan tanpa melakukan amputasi jika ditangani dengan baik dan sesuai prosedur medis.

Widya mengemukakan, kasus yang dialami Ade sebenarnya dapat diatasi dengan cepat jika tahu cara penanganan yang tepat.  

Ia menyatakan, penyebab pembusukan pada kaki Ade karena proses pembebatan yang dilakukan terlalu berlebihan.

"Bisa saja, pas dilakukan pembebatan dengan kayu tadi, diikatnya terlalu kencang, lalu darah tidak mengalir ke bagian tersebut sehingga otot kakinya berwarna hitam dan busuk," kata Widya.

Dari peristiwa tersebut, ia berpesan supaya masyarakat lebih berhati-hati jika ingin berobat dengan metode pengobatan alternatif.

Namun, ia juga menyatakan, bukan berarti semua pengobatan alternatif akan berdampak negatif. "Tidak semua pengobatan alternatif berakibat buruk" tegasnya.   

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.