Soto Bayam, Unik dan Nikmat

Kompas.com - 26/12/2008, 11:18 WIB
Editor

Soto biasanya memakai daging ayam atau sapi sebagai bahan utama. Namun, bagaimana jika bahan utamanya adalah bayam? Aneh dan mengundang rasa penasaran untuk segera mencicipinya.

Soto unik ini bisa Anda temukan di Rumah Makan Pringgading di Jalan Imam Bonjol, Kota Semarang. Sumardjo, pemilik rumah makan, menyebut, masakan ini sudah menjadi primadona sejak tahun 1985.

Soto bayam seharga Rp 4.000 per porsi ini disajikan dalam sebuah mangkuk berukuran sedang seperti layaknya soto lainnya. Meskipun demikian, bayam justru tidak tampak menonjol. Sayuran ini tertutup taburan bawang goreng, taoge, dan potongan seledri.

Aroma gurih rempah-rempah khas soto pun langsung tercium jika soto bayam ini dihidangkan saat masih panas. Sumardjo menyediakan semangkuk sambal kecap di setiap meja khusus bagi pengunjung yang ingin menambah rasa pedas. "Sebetulnya, soto ini cocok disantap dengan sate koyor dan tempe goreng," kata Sumardjo, beberapa waktu lalu. Sate koyor ini merupakan sate yang terbuat dari lemak sapi. Sate koyor dijual Rp 3.000 per tusuk, sedangkan tempe Rp 1.000 per potong.

Saat mencicipi soto bayam ini, lidah diajak untuk berpetualang. Ketika mengunyah bayam dan nasi, kesegaran dan sensasi sayur bayam atau sayur lodeh sangat terasa. Namun, sensasi berikutnya yang muncul adalah gurihnya kaldu sapi yang menjadi bumbu kuah soto bayam ini.

Perbedaan soto bayam dengan soto lainnya adalah tambahan sambal kacang dalam kuahnya. Sambal kacang ini membuat kuah menjadi berwarna cokelat kekuning-kuningan dan sedikit kental. Bumbu ini berhasil menambah kegurihan rasa hingga suapan terakhir.

Sepintas, soto bayam seperti masakan yang dibuat khusus untuk para vegetarian atau penyantap sayur. Namun, ternyata potongan dan kaldu daging sapi merupakan kunci kenikmatan soto bayam.

"Pengunjung bisa meminta soto tanpa tetelan daging, tetapi rasanya tidak akan seenak jika memakai daging," kata Isti Bakti, istri Sumardjo, sekaligus pencipta soto bayam ini. Isti menemukan rahasia kelezatan campuran daun bayam dan kaldu daging sapi itu sekitar tahun 1984. Awalnya, ia hanya coba-coba.

"Lumayan, sekarang soto bayam selalu menjadi menu paling dicari," kata Sumardjo. Selain menjual soto bayam, Sumardjo juga menyediakan masakan lain seperti nasi rames dan berbagai macam sayuran. (Herpin Dewanto)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.