Whole Grain, Sumber Energi Utama

Kompas.com - 21/08/2009, 12:18 WIB
Editor

Dalam dunia kuliner, salah satu bahan pangan yang cukup populer adalah padi-padian, yang dikenal dengan sebutan serealia atau grain. Dalam piramida makanan, golongan serealia merupakan salah satu fondasi sangat penting karena merupakan sumber karbohidrat atau pati.

Umumnya serealia merupakan anggota dari suku padi-padian yang disebut seralia sejati. Anggota yang paling dikenal antara lain padi, jagung, gandum, dan sorgum. Selain itu, terdapat beberapa serealia di luar keluarga padi-padian yang juga serealia semu, yaitu buckwheat, seed amaranth, dan kinoa. Beberapa serealia juga dikenal sebagai pakan burung berkicau, seperti jewawut dan milet.

Serealia dibudidayakan secara besar-besaran di seluruh dunia, melebihi semua jenis tanaman lain dan menjadi sumber energi utama bagi manusia dan ternak. Di sebagian negara berkembang, seralia seringkali merupakan satu-satunya sumber karbohidrat.

Dari sekian banyak seralia, hanya beberapa yang dikenal di seluruh dunia, yaitu jagung, gandum, dan padi yang mencapai 87 persen dari seluruh produksi biji-bijian dunia.

Umumnya serealia yang kita konsumsi sebenarnya bukanlah butiran utuh dari biji serealia, melainkan hanya sebagian dari biji serealia. Tepung terigu yang sering kita gunakan untuk bahan baku kue merupakan endosperm (lembaga) gandum yang digiling dan diayak, bukan butiran utuh gandum yang digiling.

Demikian juga beras, yang kita konsumsi sehari-hari sebenarnya hanya endosperm dari biji beras, sedangkan bagian germ (embrio) dan dedaknya (bran) dibuang. Pada beras, bagian embrio sengaja dipisahkan sebagai bekatul, dengan tujuan untuk memperpanjang daya simpan beras.

Penelitian menunjukkan bahwa bagian dedak dan embrio serealia sangat bermanfaat bagi kesehatan karena kaya berbagai zat gizi dan komponen fitokimia. Karena itu, sangat disayangkan jika kedua bagian tersebut terbuagn sseabgai limbah dalam proses pengolahannya.

Kini dikembangkan racikan makanan yang terbuat dari biji serealia utuh, yang dikenal dengan istilah whole grain. Pada bahan makanan whole grain, seluruh bagian biji, mulai dari bagian luar biji (bran, dedak), lembaga (endosperm), dan embrio (germ), dipakai.

Saat ini memang agak sulit menemukan penjual whole grain yang masih dalam bentuk biji. Produk olahan whole grain justru yang sudah banyak dijual di pasaran, mulai dari bentuk tepung hingga makanan olahan (seperti roti gandum, biskuit, oats, biskuit gandum, dan sereal oat yang dicampur susu).

Konsumsi whole grain bermanfaat sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas sebagai salah satu penyebab berbagai gangguan kesehatan seperti kulit keriput akibat penuaan dini, sakit jantung, stroke, hingga kanker. Riset juga menunjukkan whole grain dapat membantu mengontrol tekanan darah selama 10 jam sejak dikonsumsi.

Narasumber: Ahli Teknologi Pangan IPB, Prof.Dr.Made Astawan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.