Pengobatan Konvensional dan Herbal Tidak Perlu Dipertentangkan

Kompas.com - 07/01/2010, 19:58 WIB
Editorksp

JAKARTA, KOMPAS.com -  Pengobatan konvensional dan herbal atau jamu sebetulnya tidak perlu dipertentangkan sepanjang menggunakan standar ilmu pelayanan dan keamanan yang tinggi. Dokter dengan ilmunya justru dapat mengembangkan potensi jamu Indonesia d an nantinya memasyarakatkan penggunaannya secara aman.

Hal itu dikemukakan Ketua Umum Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia, Hardhi Pranata, Kamis (7/1/10). Semakin digiatkannya pemasyarakatan jamu belakangan ini, antara lain lewat program saintifikasi jamu oleh Kementerian Kesehatan, dikarenakan keprihatinan sulit berkembangnya jamu di Tanah Air. Padahal, jamu yang penggunaannya sudah beratus tahun itu telah dirasakan khasiatnya.      

Hardhi mengatakan, selama ini, dokter terbentuk cara dengan standar medis konvensional. Namun, untuk terapi sebetulnya dapat dikembangkan sehingga tidak hanya menggunakan pendekatan konvensional. Salah satunya dengan mengikutsertakan jamu di dalamnya.

Di Indonesia sendiri, agar tidak terjadi benturan dengan standar medis yang sudah ada, penggunaan jamu oleh dokter yang turut serta dalam saintifikasi jamu sebatas untuk preventif dan promotif.   

Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia sendiri baru berdiri pada Juni 2009 dan telah diakui oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia. Menurut Hardhi, para dokter, terutama dokter muda, antusias dengan peluang menggabungkan praktik kedokteran konvensional dengan jamu atau herbal. Walaupun masih terbilang baru, terdapat 200 dokter bergabung dalam perhimpunan tersebut.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.