Klorin Tingkatkan Risiko Asma Anak

Kompas.com - 28/01/2010, 15:07 WIB
Editoracandra

KOMPAS.com - Bermain air di kolam renang memang membuat anak gembira. Akan tetapi, orangtua juga mesti mewaspadai bahaya klroin, zat pembasmi kuman di kolam renang. Studi terbaru menyebutkan klorin terkait dengan terjadinya penyakit asma pada anak.

Dari serangkaian penelitian terhadap sejumlah kolam renang yang memanfaatkan klorin diketahui bahwa zat itu dapat menimbulkan gangguan pernapasan, terutama asma pada anak-anak yang rutin berenang di kolam yang sama.

Penelitian terbaru yang dimuat dalam European Respiratory Journal menyebutkan, anak-anak yang sudah mulai dikenalkan dengan olahraga air di kolam renang lebih beresiko mengalami infeksi paru-paru, alergi dan asma.

Para peneliti mencurigai kualitas udara di sekitar kolam renang, khususnya kolam tertutup, sebagai penyebabnya. Penggunaan disinfektan klorin yang dikombinasikan dengan keringat pengunjung kolam renang, air ludah atau urin, akan merusak kualitas udara di sekitar kolam.

Penelitian terbaru yang dilakukan sejumlah peneliti dari Belgia ini menemukan anak bayi yang diajak berenang, baik itu di kolam terbuka atau tertutup, memiliki risiko yang besar terkena bronkitis. Selain itu, anak-anak tersebut juga berisiko menderita asma atau alergi saluran pernapasan saat mereka duduk di bangku taman kanak-kanak (TK).

"Klorin di kolam renang bisa meningkatkan risiko asma dan alergi karena saluran napas menjadi sensitif, bukan cuma pada alergan tapi juga kuman infeksi," kata peneliti senior Dr Alfred Bernard dari Chatolic University Louvain, Brussel, Belgia.

Meski begitu Bernard tidak menyarankan para orangtua untuk berhenti mengajak anaknya berenang, terlebih banyak manfaat kesehatan yang didapat dari olahraga ini. Selain itu faktor asma juga berkaitan erat dengan faktor keturunan.

"Bila ingin mengajak anak bersenang-senang di kolam, pastikan kolam renang yang dipakai tidak menggunakan klorin secara berlebihan. Tandanya bisa dilihat dari bau klorin yang menyengat, serta menimbulkan iritasi kulit dan mata," kata Bernard.

Dalam penelitiannya, Bernard dan timnya melakukan perbandingan pada 430 anak TK dan mewawancari orangtua mereka tentang riwayat kesehatan anak, kebiasan berenang dan faktor lain.

Diketahui bahwa anak yang sering terpapar klorin di kolam renang sebelum berusia dua tahun, memiliki riwayat bronkitis 36 persen, bandingkan dengan 24 persen anak dari kelompok yang berenang setelah usia dua tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.