Bijak Memilih Lubrikasi Vagina

Kompas.com - 13/07/2010, 09:58 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com — Banyak cara yang bisa dilakukan agar organ kewanitaan selalu lembab. Anda bisa menggunakan obat kimia, obat herbal, bisa juga dengan terapi. Namun, hati-hati, ada yang punya efek samping.

Eddy Karta, pakar penyakit kulit dan kelamin Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), bilang, cara paling mudah adalah dengan menggunakan obat kimia. Fungsi obat ini adalah melembabkan organ intim atau istilah ilmiahnya lubrikasi vagina.

Bentuk obat kimia ini ada dua macam, gel atau krim dan tablet. Untuk bentuk krim atau gel, Anda tinggal mengoleskan saja setiap malam selama dua sampai tiga minggu. Olesan dilakukan sampai miss v terasa lembab. Untuk bentuk tablet pun sama. Anda tinggal mengonsumsi sesuai aturan.

Selain obat kimia, Anda juga bisa menggunakan obat herbal. Banyak obat-obatan herbal yang bisa menjaga organ reproduksi perempuan tetap licin dan sehat. Contohnya akar tanaman dong quai, bunga fennel, atau buah chasteberry.

Namun, Anda harus hati-hati sebelum memakai obat-obatan itu. Sebab, beberapa obat memiliki efek samping yang merugikan. "Anda harus mengetesnya dulu di bagian tubuh yang lain," ujar Eddy.

Jika ingin berhubungan intim, ada juga pelembab tambahan yang beredar di pasaran yang bisa Anda gunakan. Hanya saja, Anda harus mencari yang berbahan dasar air. "Jangan yang oil-based seperti vaselin karena malah akan mengganggu produksi pelembab alami," kata Mulyadi Tedjaprana, pakar kesehatan Klinik Medizone.

Selain obat, lubrikasi (pelumasan) vagina bisa juga melalui terapi. Terapi yang biasa digunakan adalah terapi sulih hormon atau hormone replacement therapy (HRT). Prinsip dasar dari terapi ini adalah menambahkan hormon di tubuh sehingga lubrikasi bisa berjalan alami.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hanya saja, sampai saat ini masih ada pro dan kontra. Beberapa pakar menyebutkan cara ini tidak sepenuhnya aman sebab punya efek samping. Misalnya, berat badan bertambah, timbul rasa nyeri pada payudara, sakit kepala, keputihan, bahkan muncul bercak-bercak di vagina hingga sekujur tubuh.

Tak hanya itu, perempuan yang menggunakan terapi ini juga berpotensi mengalami stroke, kanker payudara, dan penyumbatan pada pembuluh darah. Maka, banyak dokter yang tidak menyarankan. (Raymond Reynaldi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Fibrosa

Displasia Fibrosa

Penyakit
10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

Health
13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

Health
16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

Health
Klamidia

Klamidia

Penyakit
5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

Health
Kram Mesntruasi

Kram Mesntruasi

Penyakit
10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Sindrom Tourette

Sindrom Tourette

Penyakit
6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

Health
Babesiosis

Babesiosis

Penyakit
6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

Health
Regurgitasi Trikuspid

Regurgitasi Trikuspid

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.