Jangan Menganggur biar Tak Pikun

Kompas.com - 26/07/2010, 11:13 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Tidak terelakkan, memasuki usia 50 tahun banyak fungsi organ tubuh, termasuk otak, akan menurun. Namun, jangan khawatir, beranjak tua tidak berarti harus menjadi kakek atau nenek pikun. Dengan gaya hidup sehat, risiko kepikunan bisa dihalau.

Pikun adalah gangguan fungsi-fungsi memori (daya ingat), berbahasa, berpikir, dan berperilaku. Sebagian besar disebabkan oleh penyakit alzheimer. Tanda-tanda demensia alzheimer, antara lain, lupa akan kejadian yang baru dialami, kesulitan melakukan pekerjaan sehari-hari, kesulitan dalam berbahasa, disorientasi waktu dan tempat, serta tidak mampu membuat keputusan.

Untuk menjaga agar daya ingat tidak turun, para ilmuwan dari Inggris dan Finlandia menemukan bahwa tetap aktif sampai usia lanjut sangatlah penting. Berdasarkan penelitian mereka, diketahui bahwa orang-orang yang lebih lama menempuh pendidikan lebih mampu mengimbangi efek demensia pada otak.

Selama satu dekade terakhir studi mengenai demensia atau kepikunan secara konsisten menunjukkan, lebih lama kita menuntut ilmu, makin rendah risiko terkena demensia. Dalam studi terkini terhadap 872 orang yang mengikuti studi jangka panjang mengenai penuaan membuktikan hal tersebut.

Akan tetapi, memang belum jelas benar mengapa orang-orang "berpendidikan" itu lebih sedikit yang terkena pikun di masa tuanya. Apakah karena mereka lebih pandai mengatur gejala-gejalanya atau ada alasan lain?

Selain faktor pendidikan, para pakar selama ini menyarankan agar setiap orang yang beranjak lansia tetap aktif dan tidak menarik diri dari pergaulan. Bersosialisasi, membaca buku, bermain catur, dan belajar bahasa merupakan cara yang akan mengoptimalkan agar otak tak mudah pikun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.