Usia dan Penurunan Kemampuan Seks Pria

Kompas.com - 29/11/2010, 14:32 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Ketika usia Anda dua puluh tahunan, mungkin Anda tidak pernah terpikir tentang kesulitan untuk mendapatkan ereksi. Akan tetapi ketika usia Anda telah merayap melewati angka 40, hasrat dan kemampuan seks Anda mungkin tidak sebaik sebelumnya.

Perubahan fisik dan penurunan kemampuan sosial tersebut lebih banyak disebabkan karena penurunan kadar hormon testoteron secara bertahap. Penurunan hormon itu juga ikut memengaruhi energi, kekuatan, otot dan massa lemak, kepadatan tulang serta fungsi seksual.

Apa saja masalah-masalah seksual yang dihadapi pria paruh baya?

- Di pertengahan usia 50 tahunan, seorang pria membutuhkan rangsangan fisik dan psikis lebih lama untuk siap dan mampu berhubungan seks. Kendati begitu, sebenarnya hasrat seksual pria sangat dipengaruhi kesehatan dan kebiasaannya daripada usianya. Pria yang sehat dan bugar biasanya akan tetap siap dan bergairah hingga usia lanjut.

- Sejalan dengan pertambahan usia, seorang pria memerlukan waktu lebih lama untuk mendapatkan ereksi dan mempertahankannya.

- Di usia 20 tahun, ereksi Anda terjadi dalam seketika dan sekeras kayu. Namun kini penis Anda kadang-kadang lemas dan terkulai. Perubahan-perubahan itu normal. Yang perlu Anda lakukan untuk mencegahnya adalah menjaga kebugaran dengan olahraga agar aliran darah tetap lancar, termasuk ke daerah penis.

- Penyakit menular seksual (PMS). Banyak diantara kita tahu bahwa yang paling baik untuk menghindar dari PMS adalah tetap setia pada satu pasangan. Tetapi bila Anda secara sembunyi-sembunyi pernah berganti-ganti pasangan dan tidak menggunakan kondom, mungkin Anda akan menderita penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. Beberapa penyakit yang umum adalah, herpes genital, sifilis, klamidia, hepatitis, atau HIV.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Health
Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Health
9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

Health
10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

Health
Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.