Mengapa Atlet Gampang Cedera?

Kompas.com - 16/12/2010, 14:12 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Olahraga dan cedera memang bagai sahabat karib. Keduanya sulit dipisahkan. Cedera yang paling banyak terjadi biasanya akibat penggunaan yang berlebihan pada tulang, otot, dan jaringan lainnya. Bagian tubuh yang pernah cedera pada umumnya juga akan lebih mudah mengalami cedera ulangan.

"Kulit saja jika sudah luka bekasnya tidak hilang, demikian juga halnya yang terjadi di dalam," papar dr Michael Triangto, SpOK, ahli kedokteran olahraga dari Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta.

Ia mengatakan, cedera pada persendian atau jaringan otot yang sudah pulih akan menjadi jaringan yang berbeda dan tidak seelastis jaringan aslinya. "Jaringan baru yang terbentuk juga akan lebih panjang sehingga keseimbangan kaki kiri dan kanan akan berbeda. Hal ini mempermudah terjadinya cedera yang lebih berat di kemudian hari," paparnya.

Walaupun agak sulit berharap melewati kegiatan olahraga tanpa cedera. Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari risiko cedera fatal, menyakitkan, dan terkadang membutuhkan biaya besar ini.

Pertama, gunakan alat pelindung, misalnya penggunaan dekker untuk melindungi lutut, helm, dan alas kaki yang tepat. Lakukan juga pemanasan terlebih dahulu. Meningkatnya aliaran darah akan mengurangi ketegangan otot, menambah kemampuan gerak dan kelenturan. "Saat berlatih, kita juga harus jeli melihat gerakan orang lain sehingga terhindar dari tabrakan," sarannya.

Bila sampai terjadi cedera, maka lakukan penanganan sebaik mungkin. "Bila terkilir, otot teregang atau putus, maka periksakan ke dokter agar dapat penanganan sebaik mungkin. Dokter itu bukan ingin mencari duit, melainkan akan menangani cedera supaya lebih cepat sembuh dan lebih sedikit cacat yang dihasilkan," paparnya.

Biarkan cedera sembuh dulu, minimal 2 x 24 jam sebelum digunakan lagi. "Jangan lupa latihan secara teratur. Jika jarang berlatih, otot akan kaku, membuat gerakan tubuh kikuk sehingga mudah cedera. Berlatih secara rutin, misalnya dua kali seminggu, juga akan menjaga stamina," kata dokter dari Slim and Health Sport Therapy di kawasan Taman Anggrek Jakarta ini.

Yang tidak kalah penting adalah memilih jenis kegiatan yang sesuai. Jika Anda mengidap sakit punggung atau lutut, maka lari bukanlah pilihan yang tepat. Cobalah berenang atau bersepeda statis. "Aktivitas apa pun yang dipilih, lakukan dengan teknik yang benar. Teknik yang salah dan latihan berlebihan sering menyebabkan cedera," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.