Mengapa Makanan Organik Lebih Mahal?

Kompas.com - 25/01/2011, 09:02 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Saat akan mulai mengonsumsi bahan pangan organik, kita mungkin akan cemas soal pembengkakan biaya. Tak heran, banyak orang mengasosiasikan konsep organik dengan harga yang lebih tinggi. Bila diamati, pertanian dan peternakan organik memang menghabiskan biaya sekitar 50 - 100 persen lebih besar dibandingkan yang tipe biasa.

Ada banyak hal yang jadi alasan. Misalnya, kebanyakan pertanian dan peternakan organik memiliki skala bisnis yang lebih kecil dibandingkan pertanian atau peternakan biasa. Selain itu, perlu kerja lebih untuk bercocok tanam dan beternak tanpa bantuan pupuk kimia, pestisida, dan obat-obatan. Ditambah lagi, pengeluaran pakan organik untuk ternak juga memakan biaya dua kali lipat daripada biasanya.

Sebenarnya, kita tidak perlu mengganti seluruh bahan makanan menjadi organik. Bila cemas akan kandungan pestisida, belilah jenis organik untuk makanan yang paling sering dikonsumsi setiap hari (baca Makanan Organik Tak Selalu Lebih Bergizi). Agar belanja bulanan tidak lantas membengkak, terapkan langkah ini:

* Beli dalam jumlah besar jika kita dapat menghabiskannya, atau menyimpannya sebelum rusak.
* Sesuaikan rencana menu dengan bahan makanan yang sedang promo dengan harga khusus.
* Bandingkan harga bahan organik segar, beku, kalengan, atau kering. Apa pun bentuk pengemasannya, bahan organik dapat tetap terasa nikmat selama diolah dengan tepat.
* Belanjalah di supermarket yang punya usaha makanan organik.
* Tanam sendiri sayur dan buah organik di halaman rumah.

Jika situasi tidak memungkinkan untuk terlalu sering berbelanja bahan organik, kita bisa mengurangi kadar pestisida dalam bahan pangan dengan cara mencuci sayuran dan buah dengan sabun cair pencuci piring. Gunakan sikat bila memungkinkan, kemudian bilas dengan air mengalir sampai sisa-sisa sabun hilang sepenuhnya. Untuk buah seperti apek, pir, dan persik, kupas kulitnya sebelum diberikan kepada anak-anak. Namun, jangan lupa bahwa makan buah dan sayur non-organik walaupun mengandung pestisida tetap lebih baik, daripada tidak makan sayur dan buah sama sekali.

Yang juga perlu dicermati, beralih ke pangan organik tidak menjamin rasanya akan lebih enak. Tidak ada bukti nyata yang menjamin hal ini. Namun, pangan organik biasanya lebih segar karena tak mengandung pengawet, dan harus segera dikonsumsi. Semakin segar bahan makanan, semakin nikmat rasanya.

Narasumber: Dr Johanes C. Chandrawinata, MND, SpGK, dokter spesialis gizi klinis dari Rumah Sakit Melinda, Bandung

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.