Efek Samping Obat Pereda Nyeri pada Kehamilan

Kompas.com - 19/03/2011, 09:29 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Ibu hamil yang mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri golongan codeine, oxycodone dan opioid di awal masa kehamilannya beresiko tinggi melahirkan bayi dengan cacat bawaan.

Walaupun jumlah kasus tersebut tergolong kecil, namun bayi-bayi yang ibunya mengonsumsi opioids memiliki risiko lebih tinggi dibanding bayi lain untuk menderita cacat bawaan.

Jenis kelainan yang mungkin diderita bayi antara lain jantung yang tidak berkembang sempurna, cacat pembuluh saraf (spina bifida ), atau gastroschisis (usus berada di luar tubuh).

Kesimpulan tersebut dihasilkan dari penelitian yang dilakukan Center for Disease Control and Prevention, Amerika Serikat, yang merupakan salah satu penelitian terbesar mengenai efek opioid di masa kehamilan. Hasil riset ini dimuat dalam American Journal of Obstretic & Gynecology. Penelitian dilakukan berdasarkan data National Birth Defect Prevention Study yang melibatkan ibu hamil dari 10 negara bagian yang melahirkan antara tahun 1997 - 2005.

Dari 17 ribu ibu hamil yang melahirkan bayi cacat bawaan, 454 atau 2,6 persennya melaporkan menggunakan analgesik jenis opioid sebulan sebelum kehamilan atau pada tri semester pertama kehamilan. Sebagai perbandingan dari kelompok kontrol, penggunaan opioid mencapai dua persen.

"Opioids dan reseptornya bertindak seperti pengatur pertumbuhan selama perkembangan embrio. Hal ini mungkin menyebabkan terjadinya kecacatan pada janin," kata Cheryl S.Broussard, ketua peneliti.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X