Kadar Merkuri dalam Ikan Tak Membahayakan

Kompas.com - 24/03/2011, 11:44 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Konsumsi ikan laut yang kaya asam lemak tidak jenuh omega-3 telah diketahui berperan penting dalam mereduksi penyakit jantung. Akan tetapi banyak orang takut makan ikan laut karena tak yakin dengan kadar merkuri dalam ikan.

Para ilmuwan dari Amerika Serikat baru-baru ini mengumumkan hasil risetnya untuk menepis kecemasan konsumen dalam mengonsumsi ikan laut. Dari hasil riset mereka diketahui kandungan merkuri dalam ikan laut masih aman bagi kesehatan.

"Hasil riset kami menunjukkan kadar merkuri dalam ikan laut dari perairan Amerika dan negara lainnya cukup aman dan tidak bersifat toksik bagi jantung seperti yang ditakutkan selama ini," kata Dariush Mozaffarian, ketua peneliti dan ahli jantung dari Harvard Medical School.

Dalam penelitian tersebut, para konsumen ikan yang terpapar merkuri dalam kadar tinggi memiliki risiko terkena serangan jantung dan stroke lebih rendah dibanding dengan orang yang paparan merkurinya lebih rendah.

Metilmerkuri yang berasal dari limbah industri masuk dalam tubuh ikan melalui rantai makanan. Semakin tinggi tingkatan rantai makanan itu, makin tinggi pula kadar pencemarannya. Ikan besar seperti tuna yang makan ikan-ikan kecil akan memiliki kadar merkuri lebih besar. Di lain pihak, dalam piramida makanan manusia menduduki posisi tertinggi.

Selama bertahun-tahun para ahli kesehatan menganjurkan pada ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak kecil untuk membatasi konsumsi ikan laut karena ditemukan kaitan antara paparan merkuri dengan kelambatan perkembangan otak pada bayi dan anak.

Dalam penelitian yang dilakukan Mozaffarian dan timnya, mereka mengukur level merkuri dari potongan kuku 3.427 orang yang memiliki riwayat sakit jantung, serangan jantung atau stroke, lalu dibandingkan dengan penduduk yang tidak punya masalah jantung. Potongan kuku merupakan cara yang lazim dipakai untuk mengukur paparan merkuri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasilnya ditemukan konsentrasi merkuri yang hampir sama pada kedua grup, 0,23 dibanding 0,23 mikrogram per gram. Kadar merkuri yang digolongkan batas aman tertinggi untuk ibu hamil dan bayi adalah 0,4 mikrogram.

Para peneliti juga tidak menemukan kaitan antara paparan merkuri dengan risiko penyakit jantung dan stroke, bahkan pada orang yang konsentrasi merkurinya di atas 1 mikrogram per gram.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sakit Kepala Tegang

Sakit Kepala Tegang

Penyakit
Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Health
Inkompatibilitas ABO

Inkompatibilitas ABO

Penyakit
3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

Health
3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
Mata Berair

Mata Berair

Penyakit
Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Health
Nyeri Kaki dan Tangan

Nyeri Kaki dan Tangan

Penyakit
Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Health
Osteofit

Osteofit

Penyakit
3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

Health
Hifema

Hifema

Penyakit
13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

Health
Gigi Berlubang

Gigi Berlubang

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.