Sakit Jantung Mengintai Si Tukang Lembur

Kompas.com - 06/04/2011, 07:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Dalam menilai risiko penyakit jantung, dokter biasanya melihat faktor usia, kadar kolesterol, atau tekanan darah. Menurut studi terbaru, ada faktor baru yang dapat menjadi tolok ukur, yakni lamanya waktu bekerja.

Mereka yang bekerja selama 11 jam setiap hari mempunyai risiko tinggi menderita gangguan jantung dalam waktu 12 tahun. Risikonya lebih besar dibandingkan dengan mereka yang bekerja 7-8 jam saja setiap harinya.

Pada awal tahun 1990-an, tim peneliti dari Inggris melakukan penelitian untuk mengetahui risiko penyakit jantung koroner terhadap 7.095 orang dewasa berusia 39-63 tahun, termasuk 2.109 perempuan. Hampir 10 persen responden bekerja dalam jam kerja yang panjang.

Kemudian, 12,3 tahun setelah pengumpulan data tersebut, diketahui 29 orang meninggal karena penyakit jantung dan 163 orang menderita serangan jantung nonfatal.

Mereka yang bekerja sekitar 10 jam setiap hari ternyata tidak memiliki risiko sakit jantung lebih tinggi dibanding yang jam kerjanya lebih pendek. Akan tetapi, orang yang bekerja selama 11 jam atau lebih berisiko 66 persen lebih tinggi mengalami serangan jantung atau meninggal karenanya.

Mika Kivimaki, ketua peneliti dan profesor epidemiologi dari Universitas College London, mengatakan belum jelas mengapa jam kerja yang panjang dapat meningkatkan risiko.

"Namun, stres kronik yang berkaitan dengan jam kerja yang panjang secara langsung memengaruhi proses metabolisme atau memicu depresi dan gangguan tidur," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hemangioma

Hemangioma

Penyakit
2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Fibrosa

Displasia Fibrosa

Penyakit
10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

Health
13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

Health
16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

Health
Klamidia

Klamidia

Penyakit
5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

Health
Kram Mesntruasi

Kram Mesntruasi

Penyakit
10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Sindrom Tourette

Sindrom Tourette

Penyakit
6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

Health
Babesiosis

Babesiosis

Penyakit
6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.