Bebas dari Kelumpuhan Berkat Implan

Kompas.com - 20/05/2011, 09:53 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Setelah kecelakaan mobil cukup parah di tahun 2006, Rob Summers (25) mengalami kelumpuhan mulai dari bagian dada hingga bawah. Dokter menyatakan ia tidak akan pernah bisa berdiri lagi. Namun ternyata, ramalan para dokter itu salah.

Terapi rehabilitasi fisik yang dilakukan Summers selama tiga tahun tidak memberikan peningkatkan apa pun. Lalu, di tahun 2009 dokter mengimplan stimulator elektrik ke dalam lapisan tulang belakang untuk membangunkan sistem saraf yang rusak.

Dalam beberapa hari pasca implan, Summer, mampu berdiri tanpa dibantu. Sebulan kemudian, kakinya bisa digoyangkan, lututnya bisa digerakkan, demikian juga pergelangan kaki dan panggulnya. Ia bahkan bisa berjalan beberapa langkah di treadmill.

"Rasanya sangat luar biasa. Setelah tidak mampu bergerak selama empat tahun, saya rasa keadaan akhirnya berubah," katanya.

Walau demikian, sekarang ini Summer hanya bisa berdiri ketika ada dalam sesi terapi dengan stimulator dalam posisi terpasang. Sehari-hari, ia menggunakan kursi roda. Sementara ini dokter memang membatasi pengunaan alat stimulator beberapa jam saja.

Keberhasilan Summer itu dipublikasikan dalam jurnal Lancet. Penelitian ini didanai oleh U.S National Institute of Health dan Christopher and Dana Reeve Foundation.

Selama ini, beberapa orang yang menderita cedera sebagian pada tulang belakang yang masih mampu mengontrol beberapa anggota badannya, merasakan perbaikan setelah memakai stimulator elektrik di ototnya. Namun stimulator ini belum pernah dicoba pada orang yang mengalami cedera tulang belakang komplit.

"Ini memang bukan obat, tapi mampu meningkatkan fungsi-fungsi pada pasien," kata Gregoire Courtine, kepala eksperimental rehabilitasi saraf dari Universitas Zurich. Ia tidak terlibat dalam percobaan pada Summer.

Courtine mengatakan, peningkatan fungsi gerak yang dialami Summer tidak akan membuat perbedaan pada aktvitas harian pasien. Itu sebabnya masih diperlukan riset untuk membantu pasien lumpuh agar mobilitas mereka meningkat dan membuat perbedaan dalam rutinitas harian.

Stimulator elektrik yang diimplan ke dalam tulang belakang Summer biasanya dipakai untuk mengobati nyeri dan memakan biaya hingga 20.000 dollar Amerika. Dokter yang menangangi Summer memasang implan tersebut agak di bawah dari biasanya, hingga ke paling ujung tulang ekor.

"Stimulator ini mengirim sinyal ke tulang belakang untuk berjalan atau berdiri," kata Dr.Susan Harkema, direktur peneliti rehabilitasi dari Kentucy Spincal Cord Injury Research Center yang melakukan riset ini.

Ia dan timnya mengaku terkejut dengan perbaikan fungsi gerak pada Summer. "Ini membuktikan bahwa kita bisa mengakses sirkuit dalam sistem saraf, yang akan membuat paradigma baru dalam penyembuhan kelumpuhan," katanya.

Sekarang ini Summer masih menjalani terapi fisik dua jam setiap hari. "Tujuan utama saya adalah bisa berjalan dan berlari lagi. Saya percaya semuanya mungkin dan suatu hari nanti kursi roda ini akan saya tinggalkan," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.