Perubahan Cuaca Memicu Migrain?

Kompas.com - 08/08/2011, 12:05 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com Kebanyakan penderita sakit kepala mengklaim perubahan cuaca bisa memicu terjadinya sakit kepala sebelah atau sering disebut migrain. Banyak yang menyalahkan petir, hujan, dan peningkatan cuaca secara tiba-tiba sebagai pemicu kambuhnya migrain.

Lantas, apakah benar perubahan cuaca mendadak bisa menyebabkan migrain? Para ahli dari University Clinic for Neurolog, Vienna, menyimpulkan, penyebab utama terjadinya migrain bukanlah dari akibat perubahan cuaca, seperti hujan, peningkatan atmosfer, dan angin.

Penelitian ini didasarkan pada studi kombinasi yang dilakukan oleh para ahli dari Vienna Central Agency for Meteorology and Geodynamics, yang melibatkan 238 sukarelawan di Austria yang merupakan penderita migrain. Relawan diminta mengisi buku harian (diary) dan menuliskan setiap perubahan kondisi mereka ketika mendapatkan migrain terkait dengan perubahan cuaca.

Hasilnya, pengaruh perubahan cuaca rupanya tidak lebih besar ketimbang faktor-faktor lainnya, seperti stres, menstruasi, dan aspek genetik seseorang. Menurut peneliti, menstruasi, aspek genetik, dan stres berkepanjangan lebih berpengaruh meningkatkan risiko seseorang menderita migrain.

Hasil ini tentu sangat bertentangan dengan penelitian yang pernah dilakukan beberapa dokter di AS, dengan melibatkan 7.000 pasien. Peneliti menemukan bahwa suhu ruangan yang lebih tinggi dapat meningkatkan risiko sakit kepala. Bahkan, untuk setiap kenaikan suhu lima derajat celcius, ada 7,5 persen peningkatan risiko bagi seseorang untuk mendapatkan sakit kepala parah.

Para dokter juga menemukan, hampir sebagian besar penderita migrain berpikir bisa memprediksi bahwa jenis faktor cuaca dapat melemahkan mereka yang berujung pada sakit kepala yang parah. Namun dalam banyak kasus, mereka salah.

Sementara itu, American Headache Society dalam sebuah penelitian menunjukkan, pasien sangat sensitif terhadap cuaca, seperti perubahan suhu, kelembaban, dan tekanan udara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.