10 Persen Orang Dewasa Menderita Diabetes

Kompas.com - 23/08/2011, 15:29 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Hampir 10 persen orang dewasa di seluruh dunia menderita diabetes. Para pakar kesehatan menyatakan penyakit ini sekarang telah menjadi epidemi global karena jumlah penderitanya terus meningkat.

Kesimpulan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Lancet yang mengikuti tren pasien diabetes (diabetesi) dan bacaan gula darah di 200 negara dan wilayah selama lebih dari tiga dekade.

Hasil studi tersebut memprediksi naiknya biaya kesehatan dan ketidakmampuan fisik abad ini mengingat diabetes akan meningkatkan risiko serangan jantung, gagal ginjal, kebutaan dan beberapa infeksi.

"Hasil studi ini mengonfirmasikan bahwa diabetes telah menjadi epidemi global. Penyakit ini akan membuat sistem kesehatan di banyak negara kesulitan, terutama di negara miskin dan berkembang," kata Frank Hu, ahli epidemiologi dari Harvard's School of Public Health.

Di seluruh dunia, prevalensi diabetes pada pria berusia di atas 25 tahun naik dari 8,3 persen di tahun 1980 menjadi 9,8 persen di tahun 2008. Pada wanita, angkanya naik dari 7,5 persen menjadi 9,2 persen.

"Hasil penelitian ini mungkin salah satu yang menentukan kesehatan global dalam dekade mendatang. Kita menghadapi bahaya yang sangat besar. Selain fakta penyakit yang akan ditimbulkan oleh diabetes, saat ini kita tidak memiliki terapi yang baik untuk penyakit ini," kata Majid Ezzati, ketua penelitian.

Dalam penelitian tersebut diketahui diabetes paling banyak ditemui di kepulauan Pasifik Selatan atau Oceania, dimana terjadi ledakan populasi obesitas dan juga kecenderungan genetik diabetes. Prevalensi diabetes di wilayah tersebut mencapai 25 persen pada pria dan 32 persen pada wanita.

Kenaikan diabetesi juga ditemukan di negara teluk, misalnya saja Saudi Arabia yang berada di urutan ke-3, Jordania di urutan 8 dan Kuwait di urutan 10 untuk penderita diabetes pria pada tahun 2008.

Di negara-negara makmur, Amerika Serikat memiliki kenaikan paling tinggi dalam tiga dekade terakhir untuk jumlah diabetesi pria dan urutan kedua untuk wanita setelah Spanyol. Pada tahun 2008, 12,6 persen pria AS dan 9,1 wanita menderita penyakit ini.

Sementara itu Cina dan India merupakan negara yang akan menanggung akibat dari kenaikan diabetesi. Jika digabungkan, ada 40 persen diabetesi di negara tersebut saat ini. Sebagai perbandingan, 10 persen dari total hidup di AS dan Rusia.

Jika penyebab diabetes di negara makmur terjadi karena peningkatan jumlah orang obesitas, maka di negara berkembang lebih banyak disebabkan karena penduduknya memiliki gaya hidup sedentari alias jarang bergerak.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.