Tidur Larut Mengundang Mimpi Buruk

Kompas.com - 27/09/2011, 15:27 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Kebiasaan begadang atau menunda waktu tidur hingga larut malam diduga kuat menjadi penyebab mengapa seseorang lebih sering mengalami mimpi buruk.

Kesimpulan tersebut dihasilkan oleh para peneliti dari Turki yang melakukan survei kepada 264 pria dan wanita mengenai kebiasaan tidur dan mimpi yang dialami. Hasilnya, mereka yang sering terjaga sampai larut malam dan sulit bangun di pagi hari memiliki frekuensi mimpi buruk 70 persen lebih tinggi dibanding dengan orang yang tidur cukup dan bangun pagi.

Para peneliti juga menemukan orang yang hobi begadang itu lebih sulit untuk melanjutkan tidur setelah terbangun dari mimpi buruknya dibanding dengan "si morning person" atau orang yang suka bangun pagi.

Lantas mengapa begadang menyebabkan mimpi buruk? Para peneliti belum mengetahui dengan jelas, namun dugaan terbesar adalah karena stres.

"Orang yang sering begadang akan memiliki kadar hormon stres yang tinggi yang mengacaukan cara otak menyimpan memori selama fase tidur REM. Hal itu akan menyebabkan otak menafsirkan memori sebagai mimpi yang menakutkan," kata Yavuz Selvi, peneliti dari Universitas Arizona.

Untuk mempercepat mata terpejam, sangat disarankan agar Anda meluangkan waktu untuk rileks beberapa waktu sebelum naik ke tempat tidur. Hindari melakukan kegiatan lain selain tidur dan berhubungan seks di kamar tidur agar otak mengasosiasikan kamar tidur dengan kegiatan tidur.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.