Laki-laki Fokus Pencegahan HIV/AIDS

Kompas.com - 03/10/2011, 09:41 WIB
EditorLusia Kus Anna

YOGYAKARTA, KOMPAS -  Komisi Penanggulangan AIDS Nasional memfokuskan pencegahan AIDS pada laki-laki berisiko tinggi. Lima tahun terakhir, mereka menjadi penyumbang peningkatan jumlah kasus ibu rumah tangga dan bayi yang tertular HIV.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Juni 2006, jumlah kasus AIDS di Indonesia ada 6.322 kasus. Persentase kasus AIDS pada perempuan 16,9 persen dan pada bayi 2,16 persen. Juni 2011, kasus AIDS di Indonesia menjadi 26.483 kasus. Persentase pada perempuan menjadi 35,1 persen dan pada bayi 4,7 persen.

”Peningkatan itu tidak terlepas dari penularan AIDS melalui hubungan heteroseksual, yaitu 38,5 persen pada Juni 2006 menjadi 76,3 persen pada Juni 2011,” kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional, Nafsiah Mboi, di sela-sela Pertemuan Nasional AIDS IV di Yogyakarta, Minggu (2/10).

Menurut Nafsiah, hal tersebut terjadi karena banyak laki-laki berisiko tinggi (LBT), yaitu yang berhubungan dengan pekerja seks tidak menggunakan kondom. Mereka merupakan laki-laki berusia produktif yang bekerja secara terpisah dari keluarga dan berpindah-pindah tempat dalam jangka waktu tertentu.

”LBT sering kali menolak berhubungan seksual menggunakan kondom, padahal para pekerja seks yang paham penyakit menular telah meminta mereka menggunakan kondom,” kata Nafsiah.

KPA Nasional kini menggulirkan program pencegahan penularan HIV melalui transmisi seksual dengan intervensi struktural. (HEN)

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

    2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

    Health
    Displasia Fibrosa

    Displasia Fibrosa

    Penyakit
    10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

    10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

    Health
    5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

    5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

    Health
    13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

    13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

    Health
    16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

    16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

    Health
    Klamidia

    Klamidia

    Penyakit
    5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

    5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

    Health
    Kram Mesntruasi

    Kram Mesntruasi

    Penyakit
    10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

    10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

    Health
    Sindrom Tourette

    Sindrom Tourette

    Penyakit
    6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

    6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

    Health
    Babesiosis

    Babesiosis

    Penyakit
    6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

    6 Penyebab Batuk Setelah Makan yang Perlu Diwaspadai

    Health
    Regurgitasi Trikuspid

    Regurgitasi Trikuspid

    Penyakit
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.