Kualitas Posyandu Perlu Ditingkatkan

Kompas.com - 14/02/2012, 09:47 WIB
EditorAsep Candra

MALANG, KOMPAS.com - Walaupun saat ini Indonesia memiliki jumlah Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) cukup banyak, tetapi kualitasnya masih relatif rendah. Hal itu karena selama ini pembiayaan Posyandu masih swadaya dari masyarakat sehingga kualitasnya pun seadanya.

"Secara kuantitas memang jumlahnya banyak, tetapi kualitasnya seadanya. Bahkan sebagian Posyandu bersifat darurat atau menumpang di rumah pengurus desa," kata Ali Khomsan, guru besar ilmu pangan dan gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam acara pembukaan Gebyar Posyandu Peduli Tumbuh Aktif Tanggap di Malang, Jawa Timur (13/2).

Ia menambahkan, selain persoalan infrastuktur, Posyandu juga tidak memiliki sumber pembiayaan yang cukup untuk memaksimalkan sumber dayanya. "Bagaimana bisa memberi makanan tambahan yang baik untuk puluhan bahkan ratusan anak kalau dananya hanya Rp 50.000 setiap bulan," katanya.

Padahal, lanjutnya, Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput. Di Jawa Timur misalnya, menurut Nina Soekarwo, ketua tim penggerak PKK Jawa Timur, sejak Posyandu digiatkan kembali angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan. "Sekarang AKI di Jawa Timur 29 per 1000 kelahiran hidup. Jumlah itu lebih baik dari rata-rata nasional yang masih 34 per 1000 kelahiran hidup," katanya dalam acara yang sama.

Posyandu, menurut Nina, juga menjadi andalan untuk mengatasi jumlah gizi buruk. "Pada tahun 2009 kami memberikan uang untuk keluarga yang memiliki bayi gizi buruk, tetapi ternyata itu kurang tepat sasaran. Sejak tahun 2010 programnya kami ganti dengan pemberian makanan tambahan dan hasilnya bagus," paparnya.

Untuk meningkatkan peran dan kualitas posyandu, PT. Nestle Indonesia bekerja sama dengan PKK pusat akan melakukan pelatihan bagi kader-kader Posyandu terbaik. Pelatihan yang akan diadakan di 14 provinsi ini akan dilakukan selama 2 hari. Menurut Pritha, category marketing manager Nestle, pelatihan bagi kader posyandu itu akan menggunakan buku modul gerakan Posyandu yang sudah disusun para pakar sebagai standar. Termasuk di dalamnya check list tumbuh kembang anak.

"Selama ini belum ada pelatihan yang komperhensif bagi para kader Posyandu. Dalam modul pelatihan ini para kader akan dibekali pengetahuan tentang gizi, kesehatan, penilaian tumbuh kembang, termasuk psikososial anak," kata Pritha.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.