Kasus Kanker Naik 75 Persen Pada 2030

Kompas.com - 01/06/2012, 14:52 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Ini adalah kabar yang mesti diwaspadai dan diantisipasi. Kajian para ahli menunjukkan, kasus kanker di dunia diperkirakan bakal melonjak hingga 75 persen pada 2030 mendatang. Peningkatan kasus kanker paling tinggi diramalkan terjadi di negara-negara termiskin dengan proyeksi kenaikan bisa mencapai 90 persen.

Seperti yang dilaporkan dalam jurnal The Lancet Oncology edisi online pada Kamis (31/52012), para ilmuwan menyatakan bahwa rata-rata jenis kanker tertentu seperti kanker serviks dan kanker perut diramalkan menurun di negara-negara berkembang. Tetapi, penurunan ini kemungkinan akan diimbangi oleh melonjaknya berbagai jenis kanker yang berkaitan dengan gaya hidup "barat", seperti kanker payudara, prostat dan kolorektal.

Dalam risetnya, para ahli menganalisa data kanker International Agency for Research on Cancer (IARC) dari 184 negara pada 2008 lalu. Analisa ini dimaksudkan untuk menguji bagaimana tren kanker saat ini yang bervariasi di berbagai negara berdasarkan tingkat pembangunan, yang diukur berdasarkan indeks pembangunan manusia (Human Development Index/HDI).

Saat ini, negara-negara dengan tingkat HDI rendah (seperti di negara sub-Sahara Afrika) memiliki kasus kanker yang tinggi untuk jenis yang berkaitan dengan infeksi seperti kanker serviks,  kanker hati, kanker perut dan tumor Kaposi Sarkoma. Negara-negara dengan tingkat HDI lebih tinggi (seperti Australia, Brazil, Rusia dan Inggris ) memiliki rata-rata kanker yang tinggi untuk jenis yang berkaitan dengan merokok  (kanker paru), faktor-faktor reproduktif, obesitas dan diet (payudara, prostat dan kolorektal).

Membaiknya standar kesejahteraan pada negara-negara yang HDI-nya rendah dapat menurunkan kasus kanker yang berkaitan dengan infeksi. Tetapi negara-negara ini juga bisa mengalami peningkatan yang drastis pada jenis-jensi kanker yang kini berkembang di negara dengan rata-rata HDI lebih tinggi, kata peneliti dalam laporannya.

Rata-rata kasus kanker bisa meningkat hingga  93 persen di negara dengan HDI rendah pada 2030 nanti, dan pada periode yang sama peningkatan sebesar 78 persen bakal terjadi di negara-negara dengan HDI menengah  (seperti Afsel, China dan India), menurut pimpinan riset Dr. Freddie Bray dari IARC.

Peneliti juga menemukan, rata-rata kanker prostat dan kanker payudara akan meningkat di negara-negara dengan HDI menengah, tinggi, atau sangat tinggi. Selain itu, rata-rata kasus kanker perut dan kanker serviks secara umum akan mengalami penurunan di negara-negara dengan HDI menengah , tinggi atau sangat tinggi.

Kanker paru saat ini bukan merupakan jenis kanker yang banyak ditemukan di negara dengan HDI rendah, tetapi akan berubah jika kebiasaan merokok tidak diatur secara efektif di negara-negara ini. Para peneliti juga menemukan bahwa  40 persen kasus kanker di seluruh dunia pada 2008 terjadi di negara-negara dengan tingkat HDI sangat tingi, meskipun mereka hanya berpenduduk 15 persen dari populasi dunia.

Sebelumnya, IARC pernah membuat prediksi, bahwa pada tahun 2030, akan ada 26 juta kasus baru kanker dan 17 juta orang di antaranya akan meninggal akibat kanker.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.